Elpiji 3 Kg Langka di Sejumlah Daerah, Ini Kata Pertamina

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KELANGKAAN ELPIJI 3 KILOGRAM

    KELANGKAAN ELPIJI 3 KILOGRAM

    TEMPO.CO, Kediri - Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram melanda sejumlah kota dan kabupaten di kawasan Mataraman, Kediri, Jawa Timur. PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah daerah mengusut kelangkaan yang diduga ulah spekulan.

    Baca: Subsidi BBM, Elpiji dan Listrik di 2019 Turun Menjadi Rp 156,5 T

    Sejak dua pekan terakhir warga kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram. Tabung melon ini mendadak hilang dari pasaran hingga menyulitkan warga yang melaksanakan ibadah Idul Idha.

    Divisi Komunikasi dan CSR Pertamina Region 5, Eddie Mangun, mengatakan Pertamina tak pernah mengurangi pasokan kepada agen ataupun pangkalan. Bahkan jika terjadi kenaikan permintaan selama dan sesudah pelaksanaan ibadah Idul Adha, Pertamina sudah menyiapkan cadangan. “Tidak ada pengurangan pasokan dari Pertamina. Kalau ada kelangkaan, silakan dicek apa penyebabnya,” kata Eddie Mangun, Jumat 24 Agustus 2018.

    Baca: Pertamina Siapkan Dua Skema Penyaluran Elpiji 3 Kilogram

    Kelangkaan ini terjadi di sejumlah kota dan kabupaten secara serempak. Terdiri atas Kabupaten Trenggalek, Tulungagung, Kota dan Kabupaten Blitar, serta Kota dan Kabupaten Kediri. Seluruh daerah itu mengalami kekurangan Kelangkaan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram melanda sejumlah kota dan kabupaten di kawasan Mataraman. subsidi ukuran tiga kilogram. Hampir seluruh toko dan pengecer mengaku tak mendapat kiriman dari pangkalan.

    Warsito, pemilik pangkalan di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri mengaku hanya menerima setengah dari jatah yang dia terima dari agen. Jika biasanya dia menerima 40 tabung elpiji ukuran tiga kilogram per hari, kini tinggal 15 – 20 tabung saja. “Harganya tetap delapan belas ribu rupiah,” katanya sambil menunjukkan tumpukan tabung kosong di gudangnya.

    Di tingkat pengecer kelangkaan ini menjadi peluang menaikkan harga jauh di atas ketentuan pemerintah. Beberapa pengecer bahkan nekat menjual elpiji bersubsidi itu hingga Rp 25.000 per tiga kilogram. Masyarakat pun terpaksa membelinya karena tak memiliki pilihan lain.

    Kepolisian Resor Tulungagung yang bergerak cepat memeriksa agen dan pangkalan turut dibuat pusing. Bagaimana tidak, meski kondisi di lapangan terjadi kelangkaan, namun aktivitas di tingkat agen berjalan normal. “Stok mereka sudah sesuai dengan jatah tiap-tiap pangkalan, tidak ada pengurangan,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung, Ajun Komisaris Mustijat Priyambodo.

    Sejumlah pengecer mengkaitkan kelangkaan elpiji subsidi ini dengan aktivitas peringatan hari raya Idul Adha. Kebutuhan masyarakat pada hari itu memang meningkat di banding hari biasa. “Terutama warga kaya yang turut menggunakan elpiji subsidi,” kata seorang pengecer di Jalan Veteran Kediri. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.