Menteri Rini Ajak BUMN Ikut Danai Program Papua Terang PLN

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meninjau lokasi Tunnel 1 Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim, Jakarta Timur, 2 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meninjau lokasi Tunnel 1 Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim, Jakarta Timur, 2 Mei 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengungkapkan dalam merealisasikan program Papua Terang yang menjadi tanggung jawab PLN, dalam hal pendanaannya akan melibatkan perusahaan BUMN lainnya agar program tersebut bisa cepat terealisasi.

    Baca jugaMenteri BUMN Resmikan 3 Infrastruktur Listrik di Jayapura

    "Biaya ini kan cukup mahal, kalau dilihat daerahnya untuk membawa alat saja biayanya mahal, jadi seringkali anggarannya tidak ada di PLN, jadi yang kita lakukan membuat sponsorship atau CSR dengan perusahaan-perusahaan BUMN lain agar ini bisa dilakukan secepatnya," ujar Rini di Jayapura, Papua, Jumat, 24 Agustus 2018.

    Rini menegaskan, masyarakat yang lokasinya hingga kini belum terjangkau jaringan kelistrikan sangat membutuhkan hal tersebut untuk dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya. Dengan listrik, bisa ada penerangan dan banyak hal bisa dilakukan.

    "Kalau kita menunggu anggaran (PLN) mungkin baru bisa dilakukan tahun depan, sedangkan melihat keadaannya mereka membutuhkan (listrik) dengan cepat, jadi saya katakan, sudahlah kita BUMN bersama-sama bersinergi bagaimana kita bisa lebih cepat menerangi desa-desa yang sudah didatangi Tim Ekspedisi Papua Terang," katanya.

    Rini Soemarno yang datang ke Jayapura pada Jumat pagi, 24 Agustus 2018, dengan membawa beberapa direksi perusahaan BUMN menjelaskan, untuk memberikan penerangan di daerah yang belum ada jaringan kelistrikan memerlukan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

    Baca jugaRini Soemarno: Masih Ada Proyek PLN dan Pertamina yang Berlanjut

    Menurut dia, bila lokasi desa-desa yang dimaksud lokasinya terlalu jauh dengan jaringan kelistrikan PLN terdekat, maka untuk menyambung kabel transmisi itu tidak mungkin karena biayanya terlalu mahal.

    "Jadi yang kita lihat bahwa tiap desa itu harus bisa dilistriki, karena itu perlu dilakukan survei (untuk menentukan) sebetulnya tipe mesin apa yang dibutuhkan di sana sehingga tidak tergantung dengan bahan bakar minyak," kata Rini.

    Rini mengatakan pihaknya punya solusi cepat dan jangka panjang. Mungkin solusi cepatnya yakni panel surya karena di beberapa titik pasti dapat matahari. Tetapi panel surya ini bergantung pada jumlah sinar matahari yang ada. Solusi permanen adalah biomassa, hydro power, ataupun angin.

    Rini menyebut, setelah hasil ekspedisi didalami, mungkin dalam waktu dua bulan PLN dan Tim Ekspedisi Papua Terang sudah memiliki solusi cepat untuk menerangi desa-desa di Papua. "Pemasangan listrik pertama dan kedua saya akan datang lagi, kalau perlu direksi-direksi BUMN juga ikut," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.