Ada SPBU Nakal, Pertamina Perketat Penyaluran Solar di Palu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah dispenser di SPBU milik Pertamina di Jalan Juanda, Kota Bekasi yang tidak ada nozle. Tempo/Adi Warsono

    Sebuah dispenser di SPBU milik Pertamina di Jalan Juanda, Kota Bekasi yang tidak ada nozle. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Jakarta - Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII, Roby Hervindo, mengatakan Pertamina telah menyalurkan Solar subsidi di Kota Palu sebanyak 15.192 Kiloliter (KL) atau lebih dari 50 persen dari kuota yang dialokasikan pada tahun 2018.

    Baca juga: Rini Soemarno: Masih Ada Proyek PLN dan Pertamina yang Berlanjut

    "Saat ini konsumsi Solar subsidi melonjak di Kota Palu, yang sebagian besar diakibatkan oleh pembelian dari kendaraan-kendaraan industri yang tidak berhak menggunakan," ujar Roby, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Roby menjelaskan di salah satu SPBU yakni di SPBU 74.942.05 Kota Palu ditemukan beberapa kendaraan industri yang mengantri Solar subsidi. Terkait hal itu, Pertamina telah memperketat pengawasan penyaluran Solar subsidi di SPBU sesuai aturan peruntukkannya.

    Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎, pengguna BBM tertentu termasuk Solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum."kendaraan industri khususnya di atas roda 6, tidak berhak menggunakan Solar bersubsidi,” kata Roby.

    Selain melakukan pengawasan penyaluran, Roby berujar, Pertamina tidak ragu untuk memberikan sanksi bagi SPBU yang melanggar aturan dengan menyalurkan Solar subsidi tidak sesuai peruntukannya. "Saat ini Pertamina memberikan sanksi kepada SPBU Sis Al Jufrie di Boyaoge, Palu. Penyaluran Solar subsidi di SPBU ini dihentikan dan dialihkan sementara ke SPBU lainnya dari tangal 10 Agustus – 8 September 2018," tutur Roby.

    Menurut Roby, Pertamina telah menyediakan Solar non subsidi yakni Dexlite yang lebih hemat dan memiliki kualitas jauh lebih baik dari Solar. Selain irit, Dexlite membuat mesin lebih bertenaga‎ dan lebih ramah lingkungan karena emisi hasil pembakaran yang rendah dengan kandungan sulfur maksimal 1.200 ppm dibandingkan dengan Solar dengan kandungan sulfur maksimal 3.500 ppm.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.