E-Commerce Diprediksi Buka Toko Offline di Pusat Perbelanjaan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Leads Property Services memprediksi permintaan besar-besaran dari sektor e-commerce untuk masuk pusat perbelanjaan karena konsep baru mereka, O2O (Online to Offline). Direktur Leads Property Services Darsono Tan mengatakan sampai sekarang, beberapa merek e-commerce terkenal siap untuk membuka toko offline mereka ke ruang ritel.

    Baca juga: Sejak E-Commerce Booming di Tahun 2015, Impor Barang Meroket

    “Ekspansi konsep ini tidak hanya di Jabodetabek tetapi juga di kota-kota tingkat 1 dan 2, seperti: Medan, Solo, Semarang, Jogjakarta, Bali, Makassar,dan lainnya,” katanya melalui riset dikutip Rabu, 22 Agustus 2018.

    Data Leads Property menyebutkan permintaan ruang ritel dari mode, makanan dan minuman, rumah tangga dan barang-barang konsumen tetap menjadi yang paling agresif untuk memperluas merek mereka.

    Pada kuartal II/2018, total pasokan ritel yang terisi seluas 3,1 juta meter persegi. Beberapa toko fesyen yang buka akhir-akhir ini adalah Tommy Hilfiger di Pondok Indah Mall 2 dan Uniqlo di Lippo Mall Kemang.

    Secara keseluruhan, tingkat hunian pada kuartal II/2018  tercatat sebesar 94,97 persen, sedikit menurun 0,24 persen QoQ tetapi naik menjadi 1,29 persen secara tahunan. Tingkat hunian di area CBD telah mengalami penurunan 0,11 persen (QoQ) mencapai 95,1 persen. Sementara di luar area CBD berdiri di 94,83 persen, sedikit turun pada 0,35 persen (QoQ).

    Dari data Leads secara keseluruhan total pasokan ruang ritel yang masuk mencapai 5.1 juta meter persegi, terdiri dari 3.276 juta sqm (63 persen) dari ritel sewa, 1,21 juta meter persegi  (24 persen) dari ritel strata dan 657.536meter persegi  (13%) dari pusat ritel campuran.

    Dalam hal distribusi, kawasan segitiga emas, CBD Golden Triangle merupakan yang tertinggi dengan 26 persen, diikuti oleh Jakarta Utara (21persen) dan Jakarta Barat (20 persen).

    Secara keseluruhan tarif sewa untuk toko-toko khusus di lantai dasar tercatat sebesar Rp 944.500 per meter persegi, sedikit peningkatan 1,57 persen QoQ. Sementara tarif sewa kotor untuk pusat belanja utama mal telah mencapai Rp 1.374.600 per meter persegi atau meningkat 3.77 persen QoQ.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.