Persaingan Marketplace di Indonesia Paling Ketat di Asia Tenggara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri ke kanan) Pengamat e-commerce Kun Arief Cahyantoro, Director of Shopee Indonesia Christin Djuarto, pemilik Multi Elektronik Shop, dan Managing Director Jet Commerce Webber Chen dalam diskusi media Shopee Indonesia di JSC Hive Co-Working Space, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    (kiri ke kanan) Pengamat e-commerce Kun Arief Cahyantoro, Director of Shopee Indonesia Christin Djuarto, pemilik Multi Elektronik Shop, dan Managing Director Jet Commerce Webber Chen dalam diskusi media Shopee Indonesia di JSC Hive Co-Working Space, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - iPrice Regional Partnership Manager Jayden Purna mengatakan, persaingan marketplace di Indonesia sangat ketat, dan pasar dagang elektronik tidak hanya dikuasai oleh satu pemain dominan.

    Baca: Mendag Akan Kumpulkan Marketplace untuk Pasarkan Produk UMKM

    "Di Indonesia persaingannya ketat, bahkan paling ketat di Asia Tenggara, karena kita punya pemain lokal yang sangat kuat, seperti Tokopedia dan Bukalapak," katanya seperti dilansir Bisnis.com, Rabu 22 Agustus 2018,

    Berdasarkan analisis iPrice dari SimilarWeb selama kuartal II/2018, kunjungan Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee masing-masing 111,48 juta per bulan, 85,13 juta per bulan, 49,99 per bulan, dan 30,84 juta per bulan.

    Hal tersebut, berbeda dengan negeri jiran, seperti Malaysia, Vietnam, Laos, dan Filipina, yang peringkat pertama marketplace-nya justru dikuasai pemain asing.

    Jika diurutkan berdasarkan peringkat kunjungan aplikasi terbanyak, marketplace lokal masih masih tetap menduduki posisi teratas, yakni berdasarkan urutan Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada. Hanya saja, Jeyden mengatakan, data terkait  dengan total kunjungan tidak dapat menunjukkan besarnya total transaksi yang dihasilkan marketplace.

    Meski demikian, iPrice menilai setiap marketplace memiliki cara pemasaran yang berbeda-beda dalam menarik pengunjung untuk bertransaksi. Contohnya, Lazada. Jeyden menjelaskan, sejak mendapat suntikan dana senilai Rp27,5 triliun oleh Alibaba, Lazada lebih fokuskan pada optimalisasi pengunjung aplikasi.

    "Lazada lebih sering memberikan promosi, tetapi terbatas untuk pengguna aplikasi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.