Sinar Mas: Perusahaan Tak Lagi Beri CSR, Tapi Kemitraan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto (kanan) dan Saleh Husin (tengah) senam poco-poco bersama keluarga besar Sinar Mas saat acara yang bertajuk

    Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto (kanan) dan Saleh Husin (tengah) senam poco-poco bersama keluarga besar Sinar Mas saat acara yang bertajuk "Dari Sinar Mas, #UntukmuIndonesiaku" di lobi Plaza Sinar Mas Land Thamrin, Jakarta (15/8). Acara yang diinisiasi oleh Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas ini dalam rangka menggalang dukungan keluarga besar Sinar Mas untuk turut menyukseskan pagelaran Asian Games 2018.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Perusahaan-perusahaan besar saat ini tidak lagi menggunakan istilah CSR atau corporate social responsibility untuk membantu berbagai kalangan. Tetapi diubah menjadi kemitraan dengan tujuan lebih berkelanjutan. Salah satunya Grup Sinar Mas.

    “Kalau CSR itu kesannya sumbangan. Tetapi kalau kemitraan lebih sustainable, berlangsung seterusnya,” kata Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto saat memberikan seekor sapi kurban untuk Madrasah Muallimin Yogyakarta, Rabu, 22 Agustus 2018.

    BACA: Dari Sinar Mas, Untukmu Indonesiaku Sambut Asian Games 2018

    Bantuan yang diberikan, kata Sulistyono saat ini diarahkan pada kemitraan dengan pemberdayaan masyarakat. Termasuk lembaga-lembaga dan sekolah serta pesantren.

    Dengan kemitraan tersebut program yang digulirkan bisa berkesinambungan. Hasil pemberdayaan masyarakat tersebut juga bisa bermanfaat bagi perusahaan.

    Sinar Mas saat Idul Adha 2018 membagikan ratusan hewan kurban di seluruh Indonesia. Hal ini sebagai kepedulian dan solidaritas. Di Yogyakarta bantuan hewan kurban diserahkan di Madrasah Mu'allimin.

    Hewan kurban berupa sapi tersebut diserahkan Sulistiyanto dan diterima langsung oleh salah satu alumninya, Ahmad Syafii Maarif atau lebih dikenal Buya Syafii Maarif. "Bantuan hewan kurban adalah perwujudan semangat kepedulian, niat berbagi, serta solidaritas terhadap saudara- saudara kami," ujar Sulistiyanto.

    BACA: Greenpeace Hentikan Kerja Sama dengan APP dan Sinar Mas

    Menurut dia pemberian hewan kurban yang dilakukan Sinar Mas sudah rutin dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu. Selain di Yogyakarta, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah, sepertiJakarta, Tangerang, Cimahi, Sumedang, Garut, dan Pekalongan.

    Sulistiyanto menambahkan, langkah nyata untuk berbagi dan saling menyejahterakan merupakan kegiatan rutin bagi Sinar Mas beserta seluruh pilar bisnisnya. Perusahaan ini, seperti hanya Indonesia, berisikan karyawan dengan ragam etnis, keyakinan dan keimanan. "Indonesia plural membuat langkah saling berbagi tidak perlu terhambat sekat perbedaan,” kata dia.

    Sementara itu Buya Syafii mengapresiasi bantuan dari Sinar Mas. Program kemitraan yang dikembangkan oleh Sinar Mas tersebut bisa dilakukan juga oleh perusahaan lain. Menurut dia kemitraan tersebut bisa untuk memberdayakan umat Islam. "Apalagi mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan kalangan menengah ke bawah," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.