Pengusaha Cemaskan Ini saat Menteri-menteri Jadi Timses Jokowi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani (berbaju batik) dan Direksi PT Maia Putra Lestari, Ricky Theodores usai menandatangani kontrak kerja sama sekaligus soft launching situs pemesanan hotel, bookingina.com di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Dias Prasongko

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani (berbaju batik) dan Direksi PT Maia Putra Lestari, Ricky Theodores usai menandatangani kontrak kerja sama sekaligus soft launching situs pemesanan hotel, bookingina.com di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi merelakan sejumlah menterinya ikut menjadi anggota tim sukses untuk memenangkan dirinya dalam Pemilihan Presiden 2019. Meski tidak menjadi isu besar, kalangan usaha hanya mengingatkan agar para menteri tidak mengabaikan tugas publiknya di kementerian.

    Baca juga: Relawan Apresiasi Batalnya Sri Mulyani Jadi Tim Kampanye Jokowi

    "Tentunya harus ada pembagian tugas, ya saya sih khawatir saja tugas publiknya tidak tertangani dengan baik," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia, Hariyadi Sukamdani, saat ditemui dalam acara Seminar Nasional RUU Sumber Daya Air oleh APINDO di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Agustus 2018.

    Hariyadi hanya berharap para menteri yang ditunjuk tersebut bisa membagi waktu dengan baik. Sebab, menteri yang ditunjukkan pun tak semua menteri bidang poliitk tapi juga menteri bidang ekonomi seperti Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. "Tim mereka di kementerian dan politik ya harus sama-sama bagus," ujarnya.

    Usai mendeklarasikan diri sebagai calon presiden, Jokowi langsung sigap membentuk tim yang akan memenangkannya. Ada empat menteri ikut diminta membantu, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretrasi Kabinet Pramono Anung, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Airlangga.

    Belum sampai seminggu diumumkan, Sri Mulyani mundur dari timses Jokowi ini. Alasannya bisa ditebak yaitu perhatian Sri Mulyani pada kementeriannya dikhawatirkan akan terbagi. "Kondisi ekonomi global yang sangat dinamis dan pengelolaan APBN dan Keuangan Negara membutuhkan perhatian penuh dari Menteri Keuangan," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti.

    Baca juga: Ini Kata Sri Mulyani Soal Keluar dari Timses Jokowi - Ma'ruf

    Walau demikian, pengusaha tak terlalu ambil pusing atas penunjukkan sejumlah menteri di bidang ekonomi ini sebagai timses. Menurut dia, isu ini tidak terlalu menjadi perhatian besar bagi pengusaha. "Yang bagi kami penting itu kalau pemerintah keluarkan aturan yang bikin repot dan meresahkan pengusaha," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.