Besok Idul Adha, Ibu-ibu Borong Bumbu Dapur

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Limbah bumbu dapur berupa kulit bawang merah, bawang putih dan batang cabai yang digunakan untuk membuat hiasan dinding di  di kelurahan Polowijen, Blimbing, Malang, Jawa Timur, Rabu (28/8). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Limbah bumbu dapur berupa kulit bawang merah, bawang putih dan batang cabai yang digunakan untuk membuat hiasan dinding di di kelurahan Polowijen, Blimbing, Malang, Jawa Timur, Rabu (28/8). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Bojonegoro -Bumbu dari di pasar tradisional di Bojonegoro dan Lamongan laris diborong Ibu-ibu. Aksi borong bumbu dapur dilakukan sehari menjelang Idul Adha, besok.

    BACA: Idul Adha, Omzet Pedagang Kambing Tanah Abang Tembus Rp 1 Miliar

    Ada beberapa jenis bumbu dapur yang laris diburu pembeli. Mulai dari bumbu kemasan sudah jadi. Seperti bumbu rendang, soto, gulai, kare dan bumbu bali. Harganya bervariasi dari Rp 3000 per bungkusnya hingga Rp 7500 per bungkusnya.

    Selain itu ada juga bumbu dapur yang belum diolah. Di antaranya, laos, kunyit, daun seledri, jahe dan lainnya. Biasanya bumbu tersebut dibeli untuk campuran masakan beberapa saat setelah acara penyembelihan hewan kurban.

    Pasar tradisional yang laris dikunjungi, di antaranya Pasar Besar Kota Bojonegoro, Pasar Banjarejo Bojonegoro, Pasar Sumberejo, Pasar Baureno, Pasar Kalitidu dan juga Pasar Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan di Lamongan, pasar yang kerap jadi rujukan pembelian, di antaranya Pasar Kota Babat, Pasar Agrobis Babat, Pasar Besar Kota Lamongan, dan juga Pasar Paciran.

    BACA: Strategi Kementan Jaga Hewan Kurban Idul Adha dari Penyakit

    Menurut Pujiati, pedagang sayuran di Pasar Besar Bojonegoro, dagangan hari ini stoknya ditambahi dari hari-hari biasa. Terutama untuk bumbu dapur, dan juga pelengkap lainnya. Dari yang biasanya disediakan 70 kemasan, hari ini ditambah jadi 125 kemasan.

    ”Bumbu dapur hari ini laris,” ujarnya pada Tempo Selasa 21 Agustus 2018. Dia menambahkan, stok bumbu dapur racikan melonjak dari hari biasanya, karena pada pelaksanaan Idul Kurban, para pedagang banyak libur. ”Makanya warga pada belanja hari ini,” imbuhnya.

    Di Bojonegoro dan Lamongan, bumbu dapur dan sayuran berasal dari dua tempat. Sebagian kiriman dari pusat sayuran di lereng Gunung Lawung Kabupaten Magetan. Ada juga sayur mayur kiriman dari Batu dan Ngantang, Malang. Suplai kebutuhan sayur mayur dan sebagian buah-buahan dari daerah itu sudah bertahun-tahun lamanya.

    Sebelumnya Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menurunkan 12 dokter hewan dan mantra hewan ke 28 kecamatan di daerah ini. Menyusul isu akan daging gelembung putih yang viral menjelang Idul Kurban yang jatuh pada Rabu 23 Agustus 2018 ini.

    Pengecekan ke seluruh kecamatan, langsung diperintahkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Ardiono Purwanto. Isinya dari 12 dokter hewan berikut 28 manteri hewan, untuk melakukan pengecekan di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Bojonegoro. Mereka terjun ke lapangan dalam satu pekan ini mengecek hewan kurban, terutama sapi.”Jangan khawatir, kita sudah cek itu. Semoga aman," ujarnya pada Tempo Senin 20 Agustus 2018.

    Baca berita tentang Idul Adha lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.