Perang Dagang AS-Cina Reda, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 19_ekbis_IHSG

    19_ekbis_IHSG

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 20 Agustus 2018, ditutup menguat seiring meredanya kecemasan investor mengenai perang dagang Amerika Serikat-Cina.

    Baca juga: Bursa Saham Global Positif, IHSG Terkerek Naik

    IHSG ditutup menguat 108,39 poin atau 1,87 persen menjadi 5.892,19. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 21,35 poin atau 2,35 persen menjadi 926,13.

    Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan adanya harapan perang dagang Amerika Serikat dengan Cina akan mereda membuat investor kembali melakukan akumulasi beli sehingga menopang pergerakan IHSG.

    "Pertemuan kembali Amerika Serikat dan Tiongkok (Cina) diharapkan menghasilkan solusi sehingga tidak semakin memperparah ekonomi global. Kondisi itu membuat investor kembali masuk ke pasar saham," ujar Praska di Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

    Baca juga: Analis Jelaskan Dampak Krisis Turki ke Anjloknya IHSG

    Selain itu, lanjut Praska, sentimen mengenai gejolak ekonomi Turki mulai mereda. Risiko dari krisis mata uang lira Turki sedikit mereda setelah Qatar akan berinvestasi langsung.

    Dari dalam negeri, fluktuasi nilai tukar rupiah yang stabil di bawah level Rp 14.600 per dolar AS menambah keyakinan bagi investor untuk masuk ke pasar saham.

    Sementara itu, tercatat frekuensi perdagangan saham pada hari ini sebanyak 339.200 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,043 miliar lembar saham senilai Rp 8,281 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 130 saham menurun, dan 114 saham tidak bergerak nilainya.

    IHSG pada pagi tadi dibuka menguat 63,99 poin atau 1,11 persen menjadi 5.847,78 seiring bursa saham eksternal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.