Kurs Rupiah Bakal Melemah Pekan Depan, Ini Faktor Pemicunya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dollar Tembus 14 Ribu, Warga Serbu Money Changer

    Dollar Tembus 14 Ribu, Warga Serbu Money Changer

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan bervariatif dengan kecenderungan melemah pekan depan. Nafan memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.490 - Rp 14.700 per dolar AS.

    Baca: Antisipasi Global, Jokowi Patok Kurs Rp 14.400 per USD di 2019

    "Perspektif teknikal terlihat pola long white opening marubozu candle pada weekly chart yang mengindikasikan adanya potensi depresiasi bagi rupiah terhadap dolar AS, namun tidak terlalu signifikan," kata Nafan saat dihubungi, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Nafan mengatakan secara perspektif fundamental melebarnya defisit transaksi berjalan (CAD) kuartal II sebanyak US$ 8 miliar dari sebelumnya defisit sebanyak US$ 5,7 miliar. Walhasil, rupiah tertekan terhadap dolar AS.

    Baca: Rupiah Diproyeksi Rp 14.400 di 2019, Sri Mulyani Sebut Trump ...

    Defisit tersebut melebar hingga mencapai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, kata Nafan, turunnya foreign direct investment (FDI) Indonesia sebesar 12,9 persen turut memberikan sentimen negatif bagi rupiah. Di sisi lain secara eksternal, krisis finansial Turki yang berkelanjutan juga berdampak pada melemahan mata uang global lainnya, termasuk rupiah.

    Dalam merespons berbagai tantangan tersebut, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5.50 persen dalam rangka menjaga stabilitas rupiah ke depannya. "Selain itu, agenda pertemuan bilateral antara AS dengan Cina di Washington pada pekan depan tentunya akan disorot oleh para pelaku pasar global karena agenda terkait dengan perang dagang akan dibahas," ujar Nafan.

    Nafan menilai para pelaku pasar juga menantikan rapat FOMC pada Rabu depan, serta pernyataan The Fed, Jerome Powell pada Jumat depan. Menurut Nafan, hal itu diperkirakan akan memberikan efek hawkish bagi dolar AS, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi depresiasi bagi rupiah.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di angka Rp 14.619 pada Jumat, 16 Agustus 2018. Angka tersebut menunjukkan penguatan 2 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.621 pada penutupan Kamis, 15 Agustus 2018. Sedangkan pada 16 Agustus 2018, kurs jual rupiah per dolar AS yaitu Rp 14.692 dan kurs beli Rp 14.546.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?