Menteri BUMN: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno menjajal kereta bandara dari Stasiun Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, 28 November 2017. Tempo/Rosseno Aji

    Menteri BUMN Rini Soemarno menjajal kereta bandara dari Stasiun Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, 28 November 2017. Tempo/Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno memastikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung masih tetap berjalan. Saat ini, kontraktor proyek tengah mengerjakan lima tunnel atau terowongan yang berada di jalur kereta sepanjang 142 kilometer tersebut.

    Baca: Rini Soemarno: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Maret 2021

    "Yang paling berat memang adalah pengerjaan tunnel, tapi kami jalan terus," kata Rini dalam konferensi pers RAPBN dan nota keuangan 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Rini memastikan pembangunan kereta ini tidak akan berhenti karena telah mendapat pembiayaan sekitar US$ 170 juta atau setara Rp 2,5 triliun. Jangka waktu pembiayaan pun cukup panjang, yaitu mencapai 40 tahun. "Dari hitungan juga tidak akan ada pembayaran devisa selama 10 tahun setelahnya," ujarnya.

    Baca: Pembebasan Lahan Kereta Cepat di Bekasi Baru 20 Persen

    Saat ini, salah satu proyek ambisius dari pemerintah tersebut tengah dikerjakan oleh China Railway Corporation, induk usaha dari PT Kereta Cepat Indonesia China atau PT KCIC. Di dalam KCIC, ada perusahaan negara PT Wijaya Karya Tbk yang ikut terlibat.

    Pencarian dana ini memang diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan proyek. Sebab, hingga Juni 2018, progres pembangunan kereta baru mencapai angka 5 persen. Pembebasan lahan pun juga mandek di angka 70 persen lantaran masih adanya sejumlah persoalan di lapangan.

    Baca: Mangkrak 2 Tahun, KPPIP: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tetap PSN

    Kereta cepat Jakarta-Bandung diproyeksikan akan membentang dari Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sampai Stasiun Tegalluar, Bandung, Jawa Barat. Dalam target awal, kereta ini diharapkan bisa beroperasi pada Maret 2021 dengan kecepatan maksimum 350 kilometer per jam serupa kereta cepat milik Cina, dari Beijing ke Shanghai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.