Hasil Investasi Naik 30 Kali Lipat, Kobe Bryant Kantongi Rp 2,9 T

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan bintang LA Lakers, Kobe Bryant bersama dengan keluarganya saat upacara pensiun dua nomor yang digunakannya selama bermain dengan Lakers di Staples Center, 18 Desember 2017. Credit: Robert Hanashiro-USA TODAY Sports

    Mantan bintang LA Lakers, Kobe Bryant bersama dengan keluarganya saat upacara pensiun dua nomor yang digunakannya selama bermain dengan Lakers di Staples Center, 18 Desember 2017. Credit: Robert Hanashiro-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan bintang LA Lakers, Kobe Bryant kini merambah dunia investasi setelah pensiun dari olahraga bola basket.

    BACA: BKPM Khawatir Ekonomi Turki Berdampak pada Investasi Domestik

    Salah satunya kepada perusahaan minuman olah raga asal Amerika Serikat, BodyArmor. Bahkan pebasket yang dijuluki 'Black Mamba' ini juga tengah menikmati hasil dari investasinya tersebut.

    Seperti dilansir dari ESPN, saham Kobe Bryant sekarang bernilai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp2,9 triliun (dengan acuan 1 US$ : Rp 14.500) setelah Coca Cola mengakuisisi saham minoritas di BodyArmor, hari Selasa 14 Agustus, waktu setempat.

    Dengan demikian nilai investasi Bryant naik lebih dari 30 kali lipat dalam waktu kurang dari empat setengah tahun. Mengingat pertama kali Kobe Bryant menginvestasikan dananya kepada BodyArmor pada bulan Maret 2014 lalu, sebesar 6 juta dolar AS. 

    Bryant saat ini tercatat sebagai investor terbesar keempat di BodyArmor. Selama 20 tahun berkarier di NBA, Kobe Bryant diperkirakan mendapat penghasilan sebanyak 328 juta dolar AS.

    BACA: Target Investasi Terancam Pelemahan Rupiah

    Setelah pensiun, Bryant kemudian membentuk kemitraan dengan pemodal ventura Jeff Stibel untuk meluncurkan perusahaan dana investasi senilai 100 juta dolar AS. 

    ESPN | ANTARA

     

    Simak berita tentang investasi hanya di Tempo.co



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.