Kecelakaan KMP Bandeng, Kemenhub: Lima Orang Masih Hilang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik memadati dek kendaraan di Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tuna Tomini yang menuju ke Wakai, Sulawesi Tengah di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Selasa 12 Juni 2018. Pemudik yang menggunakan jasa KMP meningkat hingga 100 persen, karena tidak ada pelayaran PT Pelni yang masuk ke Gorontalo hingga hari H Idulfitri. ANTARA/Adiwinata Solihin

    Pemudik memadati dek kendaraan di Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tuna Tomini yang menuju ke Wakai, Sulawesi Tengah di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Selasa 12 Juni 2018. Pemudik yang menggunakan jasa KMP meningkat hingga 100 persen, karena tidak ada pelayaran PT Pelni yang masuk ke Gorontalo hingga hari H Idulfitri. ANTARA/Adiwinata Solihin

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan atau Kemenhub, Budi Setyadi mengatakan lima orang penumpang dalam kecelakaan KMP Bandeng di perairan Loloda masih dalam proses pencarian. Budi menjelaskan dari 5 penumpang yang masih hilang tersebut empat orang diantaranya merupakan awak kapal dan satu penumpang.

    "Empat awak kapal itu ada nahkoda, juru kemudi dan mandor," tutur dia saat konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Ia mengatakan saat ini sudah ada 46 penumpang yang berhasil dievakuasi. "Dari 51 orang, 45-nya sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dan satu orang berhasil dievakuasi oleh kapal patroli KSOP," kata dia.

    Sampai saat ini penyebab kecelakaan masih diduga karena cuaca buruk. Namun, ia menjelaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Kementerian Perhubungan dan kepolisian masih akan mencari tau lebih lanjut penyebab kecelakaan.

    "Jadi nanti KNKT dan saya akan kesana untuk melakukan penyelidikan kenapa bisa karam," tutur dia.

    PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan sebanyak 45 orang yang berhasil diselamatkan dari peristiwa karamnya kapal KMP Bandeng saat ini telah diperbolehkan meninggalkan RS Umum Ternate, Maluku Utara. "Hanya dua orang yang masih harus dirawat karena mengalami dehidrasi ringan," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Imelda Alini.

    Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dan pihak ASDP juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kemenhub, yang telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di 3 lokasi, yaitu di Ternate, Bitung, dan Jakarta untuk memastikan proses penyelamatan dan evakuasi berjalan lancar.

    KARTIKA ANGGRAENI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.