Kapal Tenggelam di Halmahera, ASDP: Penumpang Gunakan Life Jacket

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas bersiap melakukan pencarian korban di sekitar lokasi tenggelamnya perahu nelayan di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Jumat, 20 Juli 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Anggota Basarnas bersiap melakukan pencarian korban di sekitar lokasi tenggelamnya perahu nelayan di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Jumat, 20 Juli 2018. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ira Puspadewi mengatakan semua penumpang kapal tenggelam di Sulawesi Utara sudah menggunakan life jacket. Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng dengan rute Tobelo, Halmahera Utara-Bitung, Sulawesi Utara, tersebut tenggelam pada Rabu, 15 Agustus 2018. 

    Baca jugaKapal Tenggelam, 45 Penumpang KMP Bandeng Selamat

    "Life jacket penggunaan sudah 100 persen," kata Ira saat konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Ira menjelaskan, menurut informasi yang dia dapat, sebelum berangkat berlayar, nakhoda KMP Bandeng telah mendapat informasi bahwa cuaca baik. Namun, saat berlayar, cuaca tiba-tiba berubah menjadi buruk. "Jadi berubah haluan dan kembali lagi ke Tobelo," katanya.

    Lebih lanjut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan KMP Bandeng mengubah haluan kembali ke Tobelo karena adanya ombak tinggi.

    Budi menyebutkan KMP Bandeng milik PT ASDP Indonesia berukuran 457 gross tonnage (GT) dengan panjang kapal 45 meter, panjang garis tegak 40 meter, lebar kapal 11 meter, dan tinggi geladak 3,2 meter. Kapal tersebut mampu menampung 314 orang dengan kendaraan muat 20 unit.

    Baca jugaKapal Motor Bandeng Hilang Kontak di Perairan Menuju Bitung

    Budi mengatakan lima orang penumpang dalam kecelakaan KMP Bandeng di perairan Loloda masih dalam proses pencarian. Budi menjelaskan, dari lima penumpang yang masih hilang tersebut, empat orang di antaranya merupakan awak kapal dan satu penumpang. "Empat awak kapal itu ada nakhoda, juru kemudi, dan mandor," tuturnya.

    Menurut Budi, saat ini sudah ada 46 penumpang kapal tenggelam yang dievakuasi. "Dari 51 orang, 45 orang sudah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dan satu orang berhasil dievakuasi oleh kapal patroli KSOP," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.