Krisis Global, Jokowi: Alhamdulillah Ekonomi Kita Stabil dan Baik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 16 Agustus 2018. Dalam pidatonya, Jokowi memberi pujian kepada lembaga legislatif karena telah menyelesaikan 16 RUU. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kanan) saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 16 Agustus 2018. Dalam pidatonya, Jokowi memberi pujian kepada lembaga legislatif karena telah menyelesaikan 16 RUU. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersyukur kinerja ekonomi Indonesia relatif baik dan stabil. Padahal, dunia tengah diguncang ketidakpastian ekonomi.

    Baca jugaJokowi Jelaskan Salah Kaprah Pembangunan Infrastruktur di MPR

    "Alhamdulillah, di tengah ketidakpastian ekonomi global, kita masih mampu menjaga kinerja ekonomi relatif baik dan stabil,"ujar Jokowi saat pembacaan nota keuangan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Buktinya, pertumbuhan ekonomi, menurut dia, cukup konsisten tinggi, dari 5 persen pada tahun 2014 menjadi 5,17 persen pada semester I tahun 2018. Tingkat inflasi pun rendah, turun dari 8,36 persen pada tahun 2014 menjadi 3,18 persen pada Juli tahun 2018.

    Imbasnya, Jokowi berujar tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Kemiskinan turun dari 11,25 persen pada tahun 2014 menjadi satu digit 9,82 persen pada tahun 2018.

    Selain itu, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan turun dari 0,406 menjadi 0,389. Serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diharapkan naik menjadi 71,5 pada tahun 2018.

    "Perbaikan indikator kesejahteraan rakyat itu terus kami upayakan di tengah dinamika yang ada," kata Jokowi lagi.

    Tantangan yang datang menghadang perekonomian Indonesia antara lain fluktuasi harga komoditas sampai dengan gejolak ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan perdagangan dan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

    Akibatnya, dunia kini menghadapi situasi di mana negara-negara emerging market mengalami tekanan, baik dari sisi nilai tukar maupun dari sisi arus modal masuk atau capital inflow. "Bahkan, beberapa negara
    emerging market telah mengalami situasi krisis yang dipicu oleh kondisi ekonomi dan politik dalam negeri mereka," ujar Jokowi.

    Guna menghadapi tekanan eksternal itu, Jokowi mengatakan pemerintah bergerak cepat untuk menjaga stabilitas dan daya tahan ekonomi kita dengan terus mendorong daya saing ekonomi nasional, pengelolaan APBN yang sehat dan produktif, serta memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

    Baca jugaSidang Tahunan, Jokowi Kutip Lima Pepatah Daerah Soal Persatuan

    Jokowi menyebut pemerintah juga melakukan langkah-langkah tegas dan konsisten untuk mengendalikan impor. Selain itu, kita terus memacu ekspor dan meningkatkan arus modal masuk dengan menggunakan instrumen fiskal, pemberian insentif, serta memastikan reformasi perizinan bisa berjalan dengan efektif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.