Jokowi Tegaskan Pentingnya Menguasai Teknologi bagi Masyarakat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditemani Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan sambutannya di hari ulang tahun Bhayangkara ke-72 yang terlihat dari layar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditemani Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan sambutannya di hari ulang tahun Bhayangkara ke-72 yang terlihat dari layar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menegaskan pentingnya penguasaan teknologi mutakhir dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang kini terus berkembang.

    Baca juga: Jokowi Jelaskan Salah Kaprah Pembangunan Infrastruktur di MPR

    "Kita harus bisa bicara tentang artificial intelligence, internet of things, dan berbagai kemajuan teknologi yang hampir setiap detik selalu muncul yang baru," kata Presiden dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT RI ke-73 di depan sidang bersama DPR dan DPD di Gedung MPR, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Presiden menyampaikan, Indonesia harus cepat beradaptasi dan tidak boleh tertinggal dari negara-negara lain yang sedang berlomba adu kecepatan untuk membenahi negaranya masing-masing di era digital dan perubahan peradaban manusia dewasa ini.

    Menurut Presiden, perubahan peradaban manusia itu harus dihadapi dengan optimisme, bukan pesimisme dan kekhawatiran yang berlebih. Indonesia, tambah Presiden, juga harus optimistis dan yakin bahwa modal sosial dan energi kebangsaan yang dimiliki kuat untuk melompat ke depan.

    Baca juga: Sidang Tahunan, Jokowi Kutip Lima Pepatah Daerah Soal Persatuan

    Untuk itu, menurut Presiden, perkembangan yang ada harus dimanfaatkan untuk membawa Indonesia semakin maju. "Kita harus gesit dan cepat memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata karena rumus yang berlaku sekarang bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tapi yang cepat mengalahkan yang lambat," katanya.

    Indonesia, menurut Presiden Jokowi, tidak perlu gentar dan harus percaya diri, serta tidak perlu meragukan kemampuan bangsa sendiri. "Karena sejatinya kemampuan dan reputasi Indonesia sudah diakui di tingkat dunia," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.