Kapal Tenggelam, 45 Penumpang KMP Bandeng Selamat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas beserta warga mengangkut jenazah korban kapal tenggelam yang ditemukan di bibir pantai di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Jumat, 20 Juli 2018. Sebanyak 22 nelayan menjadi korban tenggelam, 12 di antaranya selamat, 8 nelayan tewas, serta dua orang masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Anggota Basarnas beserta warga mengangkut jenazah korban kapal tenggelam yang ditemukan di bibir pantai di perairan Plawangan Puger, Jember, Jawa Timur, Jumat, 20 Juli 2018. Sebanyak 22 nelayan menjadi korban tenggelam, 12 di antaranya selamat, 8 nelayan tewas, serta dua orang masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Ternate -Sedikitnya 45 orang penumpang kapal feri KMP Bandeng tujuan Tobelo-Bitung yang tenggelam pada Rabu 15 Agustus 2018 di perairan Loloda berhasil diselamatkan. Namun 6 orang masih dinyatakan hilang.

    BACA: Kapal Tenggelam di Perairan Menuju Bitung, 42 Penumpang Hilang

    Fahari Yosua, Kepala Sub Bagian Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas B Ternate mengatakan, 45 orang penumpang yang berhasil diselamatkan adalah merupakan jumlah keseluruhan penumpang yang diselamatkan tim Badan SAR Nasional atau Basarnas dan nelayan.

    Berdasarkan laporan 45 orang penumpang tersebut adalah 28 penumpang yang dievakuasi KN SAR 237 Pandudewanata dari liferaft di koordinat 02°02.20'- 127°40.882' E, Sementara 17 penumpang diselamatkan kapal nelayan dan dievakuasi ke Desa Baja Loloda.

    “KN SAR 237 sudah menjemput 17 orang penumpang ini untuk dievakuasi ke Ternate. Dan KN SAR 237 Pandudewanata saat ini membawa 45 orang korban menuju ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate,”kata Fahari dalam laporannya yang diterima TEMPO, Kamis 16 Agustus 2018.

    BACA: Kapal Nyaris Tenggelam di Teluk Jakarta, 12 ABK Selamat

    Menurut Fahari, untuk mengevakuasi 45 orang penumpang ke Ternate, tim Basarnas harus menempuh jarak tempuh 76,9 mil laut dengan kecepatan 20 knot. Di perkiraan evakuasi penumpang tersebut akan 3 jam 50 menit tiba di Pelabuhan Ahamad Yani Ternate

    Sebelumnya Kapal ferry KMP Bandeng tujuan Tobelo Halmahera Utara- Bitung, Sulawesi Utara, tenggelam di perairan Loloda, Halmahera Barat, Rabu, 15 Agustus 2018. Kapal tersebut diketahui tenggelam setelah seorang penumpang atas nama Erwin Mahasari menghubungi pos SAR Tobelo Halmahera Utara.

    Kapal tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi . Ada 51 orang penumpang, 8 unit truk ukuran sedang dan 8 unit truk ukuran besar dalam kapal tersebut.

    Wisnu Tjahjono, kepala ASDP Ternate mengatakan putus kontak dengan kapal ferry KMP Bandeng yang tenggelam itu, pada Rabu, 15 Agustus 2018 pukul 11.00 WIT. Kapal tersebut berencana menuju pelabuhan Bitung Sulawesi Utara. “Kami belum tahu secara pasti, saat ini tim Basarnas sudah menuju ke lokasi,” ujar Wisnu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.