BI Naikkan Suku Bunga Acuan, Sri Mulyani Mendukung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas saat mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dengan petugas saat mengecek persiapan Asian Games 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Senin, 13 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mendukung langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Ia menilai itu adalah langkah BI untuk melaksanakan mandatnya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

    Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Karena 6 Alasan Ini

    "Kami sepenuhnya mendukung," ujar Sri Mulyani di The Westin, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Agustus 2018. Menurut dia, saat ini Indonesia memang perlu menjaga kepercayaan pasar tanpa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi.

    BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga BI 7 day reverse repo rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5,5 persen. Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility, masing-masing juga naik sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan 6 persen. 

    "Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7 days repo rate sebesar 25 bps menjadi 5,5 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Bank Indonesia.

    Keputusan tersebut, kata Perry, dilakukan untuk mempertahankan daya saing pasar keuangan dan menjaga defisit transaksi berjalan. Selain itu, Perry mengatakan ketidakpastian ekonomi global juga meningkat di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi dunia yang tidak merata. 

    Sri Mulyani berharap kenaikan suku bunga acuan bank sentral itu bisa menyebabkan stabilitas pada nilai tukar rupiah. Selain itu, dia berharap kenaikan suku bunga acuan itu bisa menjadi momentum dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan II bisa menembus 5,27 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.