Krisis Global, Formasi Lowongan CPNS 2018 Bakal Dikaji Lagi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pegawai negeri sipil (CPNS) memainkan angklung seusai mendengarkan kuliah umum Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. ANTARA

    Calon pegawai negeri sipil (CPNS) memainkan angklung seusai mendengarkan kuliah umum Presiden Joko Widodo di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah masih memperhitungkan jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan direkrut pada tahun 2018 atau CPNS 2018. Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana berujar keputusan jumlah formasi tersebut berkaitan dengan anggaran yang tersedia.

    Baca: Tips dari BKN agar Terhindar Penipuan Pendaftaran CPNS

    "Saat ini jumlah yang diajukan sangat besar, sehingga kebutuhan anggarannya juga besar," ujar Bima di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018.

    Padahal, kata Bima, Indonesia masih perlu mengantisipasi gejolak ekonomi dunia. Misalnya, terjadi krisis Lira Turki beberapa waktu ke belakang. "Kita perlu mengantisipasi, misalnya perlu berhemat juga."

    Jadi, saat ini dia msih belum bisa memastikan apakah akan ada perubahan jumlah formasi dalam rekrutmen CPNS kali ini. Sejauh ini, ujar Bima, ada sekitar 220 ribu pegawai negeri sipil yang pensiun.

    "Jadi kalau diasumsikan kurang dari itu, sekitar 200 ribuan, itu kan gaji dan lainnya masih tetap sangat besar," ujar Bima lagi.

    Bima berujar perlu ada konsultasi kembali dengan Kementerian Keuangan ihwal persoalan anggaran itu. "Bagaimana kalau sebesar ini, apa masih bisa terus dan jumlahnya sama?" kata dia. Kalau perlu ada penyesuaian, perlu ada kajian kembali mengenai formasi mana yang harus dikurangi.

    Yang pasti, kata Bima, posisi yang menjadi prioritas dalam rekrutmen tahun ini adalah tenaga pendidikan alias guru, juga tenaga kesehatan. "Itu tidak bisa ditawar," kata dia. Sementara tenaga administrasi masih mungkin ditekan jumlahnya, mengingat adanya bantuan teknologi terkini.

    Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Setiawan Wangsaatmadja berujar progres persiapan pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil tahun ini telah mencapai sekitar 90 persen. Sehingga, dia berharap pendaftaran bisa dilakukan dalam waktu dekat.

    "Mudah-mudahan enggak ada perubahan lah, harusnya bisa dibuka di bulan-bulan ini lah," ujar Setiawan. Kendati, dia belum bisa memastikan waktu tepat pembukaan pendaftaran itu lantaran mesti berkonsultasi terlebih dahulu dengan Menteri PAN-RB yang baru saja dilantik, Syafruddin.

    Posisi terakhir persiapan rekrutmen CPNS 2018, kata Setiawan, adalah pada tahapan penyusunan rincian formasi. Kata dia, rincian formasi itu sangat banyak dan terperinci, termasuk soal posisi-posisi dan daerah yang akan ditempati.

    Ia menyebut langkah penyusunan formasi menjadi penting untuk memastikan tenaga segar yang direkrut sesuai dengan tujuan organisasi.

    "Kami tidak mau instansi pemerintah merekrut tanpa tujuan yang jelas, tidak sesuai tujuan organisasi," ujar Setiawan. "Oleh karena itu, betul-betul kami dalami betul itu makanya agak lama."

    Baca berita lainnya tentang CPNS 2018 di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.