Investasi Lesu, BKPM Akui Target Rp 765 Triliun Sulit Dicapai

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tom Lembong. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

    Tom Lembong. Dok. TEMPO/ Bernard Chaniago

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal mengakui target investasi 2018 sebesar Rp765 triliun akan sulit dicapai dalam situasi ekonomi saat ini. Hingga semester I/2018, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 361,6 triliun atau tumbuh 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sekitar Rp 336,7 triliun.

    BACA: BKPM Catat Realisasi Investasi Kuartal Kedua Capai Rp 176,3 Triliun

    Namun, angka ini baru mencapai 47,26 persen dari total target sepanjang tahun. Untuk kuartal II/2018 saja, realisasi investasinya sebesar Rp 176,3 triliun atau melambat 3,1 persen secara year-on-year (yoy) yang nilainya Rp 170,9 triliun.

    Pada kuartal II/2017, pertumbuhan investasi dalam negeri dan asing tercatat meningkat 12,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong menuturkan dengan perlambatan pada kuartal kedua kali ini, pencapaian target 2018 menjadi lebih sulit. "Tapi seperti yang saya katakan, pemerintah tidak akan diam dan akan mengambil terobosan yang drastis, bila perlu guna menangkal efek negatif," katanya, Selasa, 14 Agustus 2018.

    BACA: Sri Mulyani Targetkan Investasi Tumbuh 7 Persen di Semester Dua

    Terobosan drastis tersebut antara lain menekan impor untuk menghemat devisa, memperbaiki defisit di neraca perdagangan sekaligus defisit transaksi berjalan melalui pemanfaatan biofuel 20 persen (B20), mengkaji insentif super tax holiday atau tax deduction bagi industri barang setengah jadi; serta menyiapkan terobosan di sektor e-commerce dan digital ekonomi.

    Lembong mengemukakan sektor e-commerce dan smelter telah berhasil menyelamatkan investasi asing langsung di dalam negeri dalam lima tahun terakhir. "Mengingat peran yang luar biasa dari sektor-sektor ini, kami akan mendorong upaya-upaya terobosan untuk terus mempertahankan momentum investasi di digital economy," ungkapnya.

    Lebih lanjut, BKPM menilai pengendalian laju impor merupakan langkah strategis. Terlebih, posisi neraca perdagangan dan transaksi berjalan yang negatif akan memaksa Indonesia untuk mengencangkan ikat pinggang. BKPM bakal membantu memprioritaskan barang modal yang mendukung investasi dan bisa mengurangi ketergantungan impor melalui insentif bea dan cukai, yaitu master list.

    Tidak hanya itu, Lembong berharap di tengah kondisi yang tidak menentu ini pemerintah menjaga kebijakannya agar tidak blunder. Pasalnya, kebijakan yang mengagetkan akan berdampak negatif terhadap investasi.

    Dalam catatan BKPM, realisasi investasi paling besar di Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal II/2018 adalah di sektor pertambangan dengan nilai Rp 28,2 triliun. Realisasi investasi di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi adalah Rp 25,6 triliun, selanjutnya sektor Listrik, Gas dan Air sebesar Rp 20,8 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.