Minta Ojol Tak Demo di Asian Games 2018, Istana: Hargai Relawan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengumumkan rencana Presiden Joko Widodo mencopot Asman Abnur dari kursi Menteri PAN-RB di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, 14 Agustus 2018. Menurut Pratikno, rencana reshuffle ini terkait sikap PAN yang mendukung Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Sekretaris Negara, Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengumumkan rencana Presiden Joko Widodo mencopot Asman Abnur dari kursi Menteri PAN-RB di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, 14 Agustus 2018. Menurut Pratikno, rencana reshuffle ini terkait sikap PAN yang mendukung Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Pratikno meminta pengemudi ojek online tidak berunjuk rasa saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus 2018. Ia meminta para pengemudi mau menjaga reputasi Indonesia di mata dunia internasional.

    Baca juga: Ojek Online Tetap Demo Saat Pembukaan Asian Games 2018

    "Ya jangan lah, ini kan event sangat besar, hanya kalah dari olimpiade," kata Pratikno di kantornya, Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Pratikno meminta para pengemudi ojek online agar menghargai ribuan pihak yang terlibat demi mensukseskan pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa Asia ini.

    "Harus inget juga ini bukan cuma event pemerintah yang menyiapkan, Menpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), dan lain-lain. Tapi juga ribuan relawan. Ingat loh ribuan relawan dari seluruh pelosok Indonesia juga turut menyiapkan event ini," ucapnya.

    Ketua Umum Perhimpunan Pengemudi Transportasi dan Jasa Daring Indonesia (PPTJDI) Igun Wicaksono mengatakan ojek online tetap menggelar aksi demonstrasi pada pembukaan Asian Games 2018 menyusul konflik berkepanjangan dengan manajemen perusahaan aplikasi.

    Konflik ini terjadi akibat adanya ketidakpuasan pengemudi terhadap sistem kemitraan di dua perusahaan aplikasi, yaitu Go-Jek dan Grab Indonesia. Salah satunya soal tarif dasar penumpang yang hanya Rp 1.600 per kilometer (km). Para pengemudi menuntut agar tarif dasar dinaikkan menjadi Rp 3.000 karena biaya hidup yang makin tinggi dan tidak relevan jika menggunakan tarif lama.

    Karena perusahaan aplikasi tak kunjung memberikan respons, maka pada 3 Agustus 2018, diadakan mediasi terpisah dengan bantuan Kepolisian Daerah Metro Jaya. Selain PPTJDI, kelompok yang juga terlibat, yaitu gabungan pengemudi ojek online dari Gerakan Aksi Roda Dua (Garda). Hasilnya, kedua perusahaan aplikasi akan memberikan pernyataan resmi terkait dengan tuntutan pengemudi. Namun, sementara menunggu keputusan dari perusahaan aplikasi, para pengemudi ojek online masih dengan ancaman untuk demo pada Asian Games 2018.

    FAJAR PEBRIANTO | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.