Menteri BUMN Rini Soemarno Tinjau Pabrik Garam Bipolo Kupang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 20 September 2017. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Kupang - Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau perkembangan garam yang dikelola oleh PT Garam (Persero) di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Baca juga: Rini Soemarno: Puncak Kedatangan Kontingen Asian Games 14-16 Agustus

    Dalam peninjauan di Desa Bipolo tersebut, Rini didampingi Direktur PT Garam Budi Sasongko. Mereka mengelilingi sejumlah kawasan tambak garam yang luasnya mencapai 318 hektare.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini sempat ditunjukkan tumpukan karung yang berisi garam hasil panen dari tambak garam tersebut. "Garam-garam itu nantinya akan dikirim ke Medan karena sudah dipesan," kata Direktur PT Garam Budi Sasongko kepada Menteri Rini.

    Kurang lebih selama satu jam Menteri Rini mengelilingi kawasan tambak garam tersebut yang akan juga dilakukan acara pemanenan. Didampingi sejumlah direktur BUMN, Menteri Rini sempat memegang garam yang sudah dipanen oleh warga setempat. 

    Rini menyempatkan diri untuk berpose sendiri sambil bersandar pada tumpukan garam yang menggunung. "Garam di daerah ini harus mensejahterakan masyarakat di desa ini karena potensinya sangat bagus," kata Menteri BUMN.

    Pabrik garam yang dikelola PT Garam di desa Bipolo sejauh ini sudah berkembang dengan sangat bagus. Rini Soemarno berharap hasil garam di pabrik garam di desa Bipolo itu mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.