Nilai Tukar Rupiah Melemah, Sandiaga Uno: Karena Impor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara saat menghadiri acara Ngobrol @tempo di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Ngobrol @tempo membahas kesiapan Jakarta menyambut Asean Games 2018. TEMPO/Subekti

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara saat menghadiri acara Ngobrol @tempo di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018. Ngobrol @tempo membahas kesiapan Jakarta menyambut Asean Games 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta- Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengatakan penyebab rupiah melemah dikarenakan jumlah impor barang yang terlalu tinggi. "Tentunya ada beberapa bahan pangan yang akan terkatrol, seperti ayam dan telur," kata dia di Kantor Muhammadyah, Senin, 13 Agustus 2018.

    Baca juga: Sandiaga Ogah Jawab Kemungkinan Jual Saham Saratoga untuk Pilpres

    Sandiaga mengatakan nilai rupiah yang semakin merosot diakibatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui impor. Menurutnya, hal tersebut yang mengakibatkan nilai rupiah tergerus kuatnya dolar.

    Nilai tukar rupiah kembali melemah pada hari ini, Senin, 13 Agustus 2018. Berdasarkan RTI Business pukul 11.52 WIB, kurs tercatat pada level Rp 14.613 per dolar AS atau anjlok 0,88 persen setelah dibuka pada level Rp 14.486 per dolar AS.

    Rupiah sempat menembus level Rp 14.503 per dolar AS pada 3 Agustus 2018. Namun rupiah berangsur menguat pada pekan berikutnya dengan mencapai Rp 14.481 pada 6 Agustus 2018. Kurs terus menguat hingga puncaknya Rp 14.422 per dolar AS pada 9 Agustus 2018, sebelum akhirnya kembali loyo.

    Menurut Sandiaga, krisis ekonomi di Turki tidak berandil besar dalam penurunan nilai rupiah. Dia mengatakan masalah perekonomian Indonesia berawal dari tidak adanya kemandirian ekonomi, terutama di sektor pangan.

    Atas alasan tersebut, Sandiaga bersama bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi Pengurus Pusat Muhammadyah. Mereka membahas penguatan perekonomian di tangan Prabowo dan Sandiaga.

    "Saya dan Pak Prabowo, akan melakukan suatu perbaikan kebijakan yang lebih berpihak kepada emak-emak," tutur  Sandiaga Uno.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.