Menteri Luhut Tak Masalah Isu Ekonomi Jadi Komoditas Politik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan tidak akan mempermasalahkan bila isu perekonomian nantinya dijadikan komoditas politik pada Pemilihan Umum 2019. "Enggak apa-apa, kalau jelek bilang saja jelek, kalau bagus bilang bagus," ujar dia di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018.

    Baca juga: Menteri Luhut Kerahkan Tim Gabungan Bantu Korban Gempa Lombok

    Menurut Luhut, menggunakan isu perekonomian sebagai komoditas politik adalah hal yang biasa saja. Ia pun mengaku tidak khawatir apabila nantinya ada serangan-serangan yang menerpa pemerintah dari isu ekonomi. "Jangan dibuat tambah panas, kami tidak khawatir," kata Luhut lagi.

    Isu perekonomian kerap digoreng politikus untuk mengkritisi kinerja lawannya. Belakangan, isu yang hangat diperbincangkan adalah soal data kemiskinan.

    Sebelumnya, BPS mengumumkan per Maret 2018 tingkat kemiskinan mencapai 9,82 persen. Angka kemiskinan itu turun dalam lima tahun terakhir dan akhirnya menembus single digit.

    Tahun ini, penduduk di bawah garis kemiskinan turun hingga 633,2 ribu orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2017, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan mencapai 26,58 juta orang, per Maret 2018 penduduk miskin berjumlah 25,95 juta orang.

    Namun Ketua Umum Partai Gerindra yang juga calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyebut tingkat kemiskinan di Indonesia naik 50 persen dalam lima tahun terakhir. Ia menyebut Indonesia menjadi tambah miskin dalam lima tahun ini. Hal itu juga ditambah dengan mata uang rupiah yang terus melemah.

    Baca juga: Luhut: Ma'ruf Amin Bisa Cegah Insiden Pilkada DKI Terulang

    Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun Twitter @SBYudhoyono, beberapa waktu lalu, menyebutkan kemiskinan di Indonesia cukup tinggi jika menggunakan standar dari Bank Dunia. Lembaga internasional tersebut memiliki kategori bahwa mereka yang memiliki penghasilan di bawah US$ 2 per hari atau sekitar Rp 864 ribu per bulan adalah kelompok masyarakat miskin.

    Simak berita tentang Luhut hanya di Tempo.co

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.