Ma'ruf Amin Cawapres Jokowi, Luhut: Itu lah Mistery of Life

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai Afternoon Tea dengan media di kantornya, Rabu, 1 Agustus 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menceritakan soal pemilihan Ketua Majelis Ulama Indonesia Maruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk calon presiden inkumben Joko Widodo.

    Baca juga: Luhut: Ma'ruf Amin Bisa Cegah Insiden Pilkada DKI Terulang

    Luhut mengaku tidak pernah membayangkan Maruf yang akhirnya mendampingi Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019. Namun pada akhirnya fakta yang terjadi memang demikian. "Itu lah mistery of life," ujar Luhut di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018. 

    Setelah Luhut melihat lebih dalam ihwal pemilihan Rais Aam Nahdlatul Ulama itu, akhirnya ia berpikir bahwa hal tersebut patut disyukuri. "Menurut kami ini blessing in disguise."

    Sebabnya, dengan menggandeng Maruf, Luhut yakin tim Jokowi tidak lagi diterpa isu-isu tidak sedap yang berbau agama maupun golongan, misalnya yang mengaitkan bekas Gubernur DKI Jakarta itu dengan Partai Komunis Indonesia.

    "Jadi kita enggak terlalu banyak bicara PKI (Partai Komunis Indonesia) lah tidak jelas, kadang saya sakit gigi dengarnya," ujar Luhut lagi.

    Ke depannya apabila apabila pasangan Jokowi - Maruf terpilih, Luhut berujar pemerintah bisa lebih berfokus pada pekerjaannya, misalnya soal ekonomi, infrastruktur, hingga kemiskinan. "Selama ini kita sibuk mengurusi masalah penistaan lah, masalah itu lah, capek, kami ingin fokus pada pekerjaan."

    Terkait usia Maruf yang tak lagi muda, yaitu menginjak 75 tahun, menurut Luhut, tidak perlu dipersoalkan. "Enggak usah dibilang tua, Mahathir (Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad) juga 93 tahun enggak tua," ujar dia. Yang penting, kondisi kesehatannya masih baik.

    Dengan begitu, menurut Luhut, masyarakat bisa lebih tenang dan tidak lagi menyoalkan soal isu-isu perbedaan yang beredar, Dengan begitu, pemerintah juga berfokus kepada pembangunan ekonomi dan pembangunan karakter.

    Saat dipilih menjadi cawapres Jokowi, Ma'ruf tengah memegang dua jabatan penting. Ia adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020 dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2015-2020.

    Sebelumya, ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebutkan Ma'ruf Amin akan mendukung solidnya koalisi Jokowi. "Sehingga dapat meningkatkan peluang Pak Jokowi untuk melanjutkan masa jabatannya menjadi dua periode," katanya saat dihubungi, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Hal tersebut, kata Josua, mengindikasikan bahwa kebijakan perekonomian diperkirakan cenderung tidak mengalami perubahan yang signifikan. Ia juga menyampaikan harapan pelaku pasar soal hal tersebut.

    Sementara itu, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan pelaku pasar awalnya berharap sosok pendamping Jokowi berasal dari tokoh yang berpengalaman di bidang ekonomi, birokrat, akademisi atau pengusaha. Karena menurut Bhima permasalahan ekonomi saat ini tidak kalah urgent dengan persoalan identitas dan kebhinekaan.

    Ikuti berita tentang Luhut hanya di Tempo.co

    HENDARTYO | CAESAR AKBAR

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.