Pesan Luhut pada Mahasiswa di Lampung: Pintar Saja Tidak Cukup

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong mahasiswa untuk memiliki karakter yang kuat agar bisa berguna dan bermanfaat bagi pembangunan Indonesia.

    Baca juga: Luhut: Ma'ruf Amin Bisa Cegah Insiden Pilkada DKI Terulang

    "Pintar saja tidak cukup. Sepintar apapun mahasiswa jika tidak mempunyai karakter, maka tidak ada apa-apanya bagi bangsa. Apalagi mahasiswa ini calon pemimpin Indonesia di masa mendatang," kata Menko Luhut pada kuliah umum di sela-sela Sidang Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Lampung Selatan, Senin, 13 Agustus 2018.

    Luhut menyatakan, apabila mahasiswa memiliki karakter yang kuat, perkataannya benar dan tidak suka berbohong. "Jika karakternya kuat tentu tidak suka bohong. Bisa mengatakan yang benar jika memang benar. Jangan karena ada tujuan tertentu jadi menghalalkan segala cara," ujarnya.

    Luhut juga memaparkan bahwa pemerintah akan menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas paling utama dalam pembangunan.

    Baca juga: Menteri Luhut Kerahkan Tim Gabungan Bantu Korban Gempa Lombok

    Selain itu, tentunya investasi dalam pembangunan infrastruktur guna meningkatkan daya saing bangsa.

    Luhut menjelaskan, pembangunan kualitas sumber daya manusia penting dilakukan karena Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat luar biasa.

    Menurutnya, tanpa kualitas pendidikan dan kesehatan yang baik serta SDM yang berkualitas dan berkarakter, bonus tersebut justru akan berubah menjadi bencana demografi.

    "Makanya, kami sangat mendukung upaya ITERA dalam menumbuhkan karakter mahasiswa sejak semester awal ini," ujar Luhut menegaskan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.