Ekonomi Jadi Fokus Pembekalan Jubir Tim Kampanye Jokowi - Ma'ruf

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Joko Widodo alias Jokowi dan Ma'ruf Amin, menunjukkan tangan tangan kiri mereka yang baru saja diambil darah saat menyapa awak media di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad, 12 Agustus 2018.  Keduanya menjalani tes kesehatan yang digelar Komisi Pemilihan Umum sebagai syarat untuk pencalonan peserta pada pilpres 2019. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Joko Widodo alias Jokowi dan Ma'ruf Amin, menunjukkan tangan tangan kiri mereka yang baru saja diambil darah saat menyapa awak media di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad, 12 Agustus 2018. Keduanya menjalani tes kesehatan yang digelar Komisi Pemilihan Umum sebagai syarat untuk pencalonan peserta pada pilpres 2019. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya ada lima bidang yang menjadi fokus pembekalan kepada juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johny G Plate di sela-sela pembekalan terhadap 108 juru bicara TKN tersebut.

    Baca: Hasil 4 Tahun Pimpin Pemerintahan, Jokowi: Ini Bukti, Bukan Fiksi

    Keima bidang yang menjadi fokus pembekalan, meliputi kerangka ekonomi makro yang kokoh, keadilan ekonomi, tata kelola pembangunan yang efektif, pembangunan berkelanjutan dan berkesinambungan, serta kemandirian ekonomi. Adapun seratusan juru bicara itu berasal dari sembilan partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK).

    "Kelima fokus isu tersebut dijelaskan kepada peserta pembekalan dengan data yang akurat, agar para juru bicara dalam komunikasi publiknya menyampaikan data yang sebenarnya untuk transparansi dan keterbukaan, sehingga publik menerima informasi yang benar dan proporsional," kata Johny, Senin, 13 Agustus 2018.

    Baca: Jokowi Pilih Maruf Amin jadi Cawapres, Ekonom: Ada Plus Minusnya

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pembekalan kepada juru bicara dilakukan oleh TKN Jokowi-Ma'ruf dalam persiapan menghadapi Pemilu 2019. Kader partai yang ditunjuk menjadi juru bicara, kata dia,disiapkan untuk mengisi ruang publik dengan narasi positif guna membangun ruang publik yang positif.

    Menurut Hasto, para juru bicara diberikan pembekalan berupa narasi positif, yakni keberhasilan Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sekaligus pembekalan untuk bersikap ofensif. "Sikap ofensif ini penting untuk mengisi ruang publik, agar seluruh prestasi yang telah dilakukan Pak Jokowi, masuk juga ke ruang-ruang personal, dan rakyat merasakan sentuhan langsung dari program Pemerintahan Presiden Jokowi," ujar Hasto.

    Hasto mencontohkan, narasi ofensif misalnya jika masyarakat pada masa lalu harus mengantre dan bersusah payah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), pada Pemerintahan Presiden Jokowi ada sarana yang lebih efektif melalui Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar (KIS-KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH). "Ofensif itu dimaknai sebagai sosialisasi dari apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah," kata Hasto yang mengutip pesan Jokowi.

    Selain itu, Hasto menambahkan, pembekalan juru bicara TKN pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin ini akan akan terus dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. "Kami menargetkan dalam waktu dua pekan seluruh tim kampanye tingkat provinsi sudah terbentuk dan kemudian terus bergerak sampai ke tingkat akar rumput, dan mereka berkoordinasi dalam satu rapat barisan pemenangan," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.