Selasa, 23 Oktober 2018

Bank Indonesia: Bisnis Sewa Kantor di Bali Tercatat Stabil

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Gedung perkantoran. TEMPO/Dinul Mubarok

    Pembangunan Gedung perkantoran. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat perkembangan bisnis sewa kantor di Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali, cukup stabil pada triwulan kedua tahun ini. Bisnis tersebut diperkirakan akan tumbuh hingga akhir tahun 2018 seiring banyaknya pelaksanaan kegiatan berskala internasional di daerah itu.

    Baca juga: Studi Jones Long LaSalle: Tingkat Hunian Gedung Perkantoran Turun

    "Rata-rata tingkat hunian perkantoran sewa mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,74 persen dibanding triwulan sebelumnya," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar, Senin, 13 Agustus 2018.

    Dalam survei perkembangan properti komersial yang dilakukan Bank Indonesia, disebutkan bahwa total pasokan ruang perkantoran sewa di Bali mencapai 4.700 meter persegi.

    Dari jumlah itu, tingkat hunian mencapai 60,74 persen atau naik 0,74 persen jika dibandingkan triwulan sebelumnya. "Masih ada kekosongan ruang hunian mencapai 1.845 meter persegi," ucap Causa.

    Baca juga: Konsultan: 11 Perkantoran Beroperasi di Luar Daerah Sentra Bisnis

    Rata-rata harga sewa dasar ruang perkantoran di dua daerah itu mencapai Rp 162.500 persegi per bulan, masih sama dengan triwulan pertama tahun 2018.

    Ukuran ruang perkantoran sewa yang paling diminati saat ini, lanjut Causa, yakni ruang dengan ukuran yang relatif kecil dan sedang, dengan kisaran luas 50-100 meter persegi.

    Bank Indonesia memprediksi pasokan ruang perkantoran tidak mengalami perubahan karena belum ada gedung perkantoran komersial baru.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.