Pengusaha Rusia Berminat Kembangkan Kereta Api di Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan rel Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, 19 November 2015. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Pembangunan rel Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, 19 November 2015. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Rusia berpeluang untuk mengembangkan dan mengelola jalur kereta api di Sumatera Barat, yang mana dapat meningkatkan perekonomian daerah di wilayah tersebut.

    Baca juga: Investasi Proyek Kereta Api di Kaltim Akan Dibahas di Rusia

    "Kerjasama pengembangan jalur kereta api masuk dalam pembahasan kita saat menghadiri Festival Indonesia di Moskow pada 3-5 Agustus 2018. Ada pengusaha di sana yang tertarik," kata Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Maswar Dedi di Padang, Senin, 13 Agustus 2018.

    Menurut Maswar, delegasi Sumatera Barat telah memaparkan kondisi dan potensi pengelolaan kereta api di wilayah tersebut pada pihak yang tertarik di Rusia, termasuk rencana Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk mengaktifkan kembali seluruh jalur kereta api, bahkan mengkoneksikannya ke Provinsi Riau.

    Namun, rencana itu belum bisa direalisasikan karena dana yang dialokasikan untuk reaktivasi itu dialihkan untuk proyek yang dinilai lebih mendesak, yaitu LRT Jabodebek sebesar Rp 2 triliun pada 2017.

    Baca juga: Proyek Kereta Api di Kaltim, Investor Rusia Siapkan Rp 48 Triliun

    Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyebutkan, pemerintah saat ini sedang berupaya untuk mencari alternatif anggaran untuk melanjutkan rencana reaktivasi jalur kereta api itu. "Rencananya tetap dilanjutkan, tetapi dicari mekanisme penganggarannya selain dari APBN," kata Maswar.

    Sektor swasta, menurut Maswar, menjadi salah satu alternatif yang sangat memungkinkan. Ia pun sangat mendukung dan mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar bisa merealisasikannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.