7 Bandara di Papua Akan Dipasang Peralatan Navigasi Buatan RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Bandara Jayapura, Papua, 18 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    Suasana di Bandara Jayapura, Papua, 18 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia  (INTI) Darman Mappangara mengatakan, tujuh bandara akan segera dipasang peralatan navigasi penerbangan Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) AGS-216 yang dikembangkan bersama PT INTI, BPPT, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

    Baca juga: Hotel Kapsul Akan Hadir di Empat Bandara Ini

    “Produk hasil kerja sama tiga sektor ini akan kami pasang di enam bandara di Papua dan satu lokasi di Jayapura,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Senin, 13 Agustus 2018.

    Peralatan ADS-B AGS-216 telah mengantungi sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sejak Maret 2017 lewat serangkaian pengujian di sejumlah lokasi. Peralatan navigasi yang dipasarkan PT INTI tersebut memiliki tingkat kandung dalam negeri 40,63 persen. Peralatan navigasi tersebut juga meraih penghargaan Lomba Inovasi Produk Nasional dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang digelar di Pekanbaru, Riau, 10 Agustus 2018. 

    Air Nav menggandeng PT INTI untuk memasang peralatan navigasi yang mayoritas masih impor. Tujuh bandara yang akan dipasang peralatan ADS-B AGS-216 seluruhnya di Papua yakni Bandara Elelim, Wamena, Dekai, Oksibil, Borme, Senggeh, serta bandara Jayapura.

    “Kerja sama ini merupakan upaya kami untuk membangkitkan industri dalam negeri. Apalagi, selama ini sistem ADS-B  yang diimplementasikan di ruang udara Indonesia masih sangat bergantung pada produk dan perusahaan luar negeri,” kata Darman.

    Di Indonesia terdapat 295 bandara meliputi 13 bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I, 14 bandara di bawah PT Angkasa Pura II, dua bandara milik TNI, serta yang paling banyak 239 bandara di bawah Unit Penyelenggara Bandar Udara, Kementerian Perhubungan. Mayoritas masih menggunakan peralatan navigasi non-radar yang berpotensi menggunakan peralatan navigasi buatan PT INTI.

    PT INTI berkomitmen memproduksi masal peralatan navigasi penerbangan buatan dalam negeri tersebut. Tren bisnis penerbangan diperkirakan masih tumbuh positif dengan angka pertumbuhan rata-rata 5,5 persen dalam 10 tahun terakhir seperti yang dirilis The International Air Transport Association (IATA).

    Darman mengatakan, prospek bisnis produksi masal peralatan navigasi ADS-B AGS-216 buatan PT INTI tersebut sangat besar. “Peluang bisnis untuk  ADS-B AGS-216 sangat menjanjikan,” kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.