PUPR Terapkan Teknologi Bioremediasi untuk Kali Item

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M.R. Karliansyah (kiri) meninjau pemasangan alat <i>plasma nano bubble</i> di aliran Kali Item, dekat pintu masuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Dirjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan M.R. Karliansyah (kiri) meninjau pemasangan alat plasma nano bubble di aliran Kali Item, dekat pintu masuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menerapkan teknologi bioremediasi antara lain dengan melakukan penebaran mikro-organisme di Kali Sentiong (atau Kali Item) yang lokasinya tidak jauh dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

    BACA: Polemik Viral Foto Kali Item Jernih, Warga Tantang Video Diunggah

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Bambang Hidayah, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 12 Agustus 2018, menyatakan penggunaan mikro-organisme dalam bioremediasi bertujuan untuk mengurangi polutan dalam air yang akan bekerja perlahan mematikan bau tidak sedap Kali Sentiong.

    Aliran Kali Sentiong yang antara lain mengalir di Jakarta Pusat menimbulkan bau tidak sedap karena adanya limbah domestik yang mengandung senyawa organik.

    Sedangkan teknologi Bioremediasi merupakan pengembangan dari bidang bioteknologi lingkungan dengan memanfaatkan proses biologi dalam mengendalikan pencemaran tersebut.

    Mikro-organisme yang disebar tersebut memiliki tiga bentuk yakni padat, serbuk dan cair yang penebarannya dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, yang telah dilakukan pada Rabu, 8 Agustus 2018 malam hingga Kamis, 9 Agustus dinihari.

    Penebaran dilakukan secara bertahap. Penebaran pertama adalah mikroorganisme bentuk padat atau bioblock dengan berat 2,5 kg sebanyak 500-600 buah di hulu Kali Sentiong yang jaraknya sekitar 2,4 km dari Wisma Atlet Kemayoran.

    BACA: Dituduh Editan, Ini Pembelaan Pengunggah Foto Kali Item yang Viral

    Kelebihannya dari penebaran dengan cara tersebut adalah bakteri lama terurai sehingga masa tinggal bakteri bisa lebih panjang hingga tiga bulan. Namun bakteri memerlukan masa adaptasi untuk bereaksi aktif hingga jangka waktu delapan jam.

    "Kerja mikro-organisme dalam bentuk padat, diperkirakan setelah waktu delapan jam baru aktif untuk memakan bakteri-bakteri air," kata dia.

    Sementara penebaran kedua dalam bentuk serbuk sebanyak puluhan karung di lokasi yang berjarak sekitar 1-1,5 km dari Wisma Atlet. Kelebihannya adalah bakteri lebih cepat bereaksi dibandingkan bentuk empat jam setelah penerapan. Penebaran terakhir dilokasi dekat jaring, sekitar 300 meter dari Wisma Atlet.

    "Kami menebarkan dalam bentuk cair sebanyak 10.290 liter. Mikroorganisme ini akan bekerja aktif sekitar 1 jam setelah penerapan yang akan mengurangi bau tidak sedap Kali Sentiong," paparnya.

    Kepala Puslitbang Sumber Daya Air Eko Winar Irianto mengatakan Penggunaan Bioremediasi merupakan salah satu pilihan teknologi ramah lingkungan yang bersih, alami, dan mudah diaplikasikan untuk perbaikan kualitas air.

    Ia mengutarakan harapannya agar ke depannya hal ini juga bisa menjadi bagian dari operasi pemeliharaan badan-badan air, termasuk sungai, embung, waduk dan danau lainnya.

    Kegiatan itu juga menjadi salah satu dukungan Kementerian PUPR dalam mensukseskan Asian Games ke-18 yang akan dibuka pada 18 Agustus 2018.

    Baca berita tentang Kali Item lainnya di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.