Senin, 20 Agustus 2018

Pertamina EP Bukukan Laba Bersih USD 361 Juta di Semester I 2018

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Genjot Produksi, Pertamina EP Gaet Kontraktor Cina

    Genjot Produksi, Pertamina EP Gaet Kontraktor Cina

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina EP membukukan laba bersih sebesar US$ 361 juta hingga Juni 2018. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 65,95 persen dari target tahun ini yang sekitar US$ 547 juta.
     
     
    Perolehan laba bersih tersebut naik 124,76 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu yang sebesar US$ 289,4 juta atau 48,56 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan  sebesar US$ 595 juta.
     
    PT Pertamina EP merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah supervisi dan koordinasi SKK Migas.
     
    Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan peningkatan laba bersih pada semester I ditopang oleh kenaikan penjualan. Pada periode hingga Juni 2018, Pertamina EP membukukan pendapatan US$ 1.458 juta, naik 118 persen dari US$ 1.234 juta (yoy) didorong oleh penjualan dalam negeri non-BBM sebesar US$ 1.442 juta serta ekspor minyak mentah dan gas US$ 16,4 juta. 
     
     
    “Kenaikan pendapatan juga ditopang oleh kenaikan harga minyak, yaitu US$ 66,28 per barel (naik 138,1 % dari US$ 48,48 per barel dari periode sama tahun lalu) dan harga gas US$ 6,07 per MSCF, naik 102,63% dari US$5,92 (yoy),” kata Nanang dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Agustus 2018.
     
    Menurut Nanang pendapatan Pertamina EP pada semester I berasal dari hasil penjualan lifting di dalam negeri sebesar 13.632,26 MBO atau sekitar 45,2 persen terhadap RKAP 2018 sebesar 30.143 MBO. Sedangkan penjualan ekspor  minyak berasal dari ekspor kondensat Senoro Field Matindok sebesar 155 MBO ke Singapura dan  Korea Selatan serta penjualan ekspor gas dari Unitisasi Suban sebesar 863,12 MMSCF ke konsumen Gas Supply Pte Ltd Singapura.
     
    “Peningkatan penjualan sepanjang semester satu juga ditopang oleh realisasi produksi migas Pertamina EP yang naik 101,76 persen menjadi 252.529 BOEPD pada tahun 2018 dari 248.161 BOEPD di tahun 2017 (yoy),” ujar Nanang.
     
    Hingga akhir Juni 2018, realisasi produksi harian minyak Pertamina EP adalah 76 ribu BOPD atau 91.65 persen dari angka RKAP 2018 sebesar 83 ribu BOPD dan 96.36 persen dibandingkan dengan realisasi produksi harian minyak di tahun sebelumnya.
     
    Sementara itu, kata Nanang produksi gas hingga Juni 2018 mencapai 1.022,4 MMSCFD dari target RKAP 986.110 MMSCFD, lebih tinggi 104,28 persen daripada posisi akhir Juni 2017 sebesar 980,44 MMSCFD. Secara total produksi migas Pertamina EP sampai ahir Juni 2018 sebesar 252.529 BOEPD atau 99.73 persen dibandingkan RKAP 2018 sebesar 253.203.
     
    “Dari lima asset dan kemitraan, kontributor terbesar produksi minyak adalah Asset 5 di Kalimantan dengan produksi rata-rata 18.530 BOPD sekitar 24 persen dari total produksi minyak Pertamina EP. Sedangkan produksi gas terbesar ada di Asset 2 di Sumatera Selatan sebesar 437,4 MMSCFD atau 43 persen dari total produksi gas Pertamina EP. Untuk total produksi migas ada di Asset 2, yaitu 92.424 BOEPD atau sekitar 37 persen,” ujar Nanang.
     
    Asset 5 sebagai kontributor produksi minyak terbesar, salah satunya dari hasil pemboran pada Field Tarakan atau di Struktur Sembakung dan Field Bunyu atau Struktur Bunyu. Sedangkan Asset 2 sebagai kontributor produksi gas terbesar didukung oleh perbaikan kinerja kompresor di Field Prabumulih dan penambahan empat unit kompresor di Field Pendopo.
     
    Pertamina EP juga telah merealisasikan anggaran biaya operasi (ABO) sebesar US$ 567 juta, naik 112,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 502,4 juta. Sedangkan anggaran biaya investasi (ABI) hingga akhir Juni sebesar US$ 199,4 juta, naik 105,3 persen dari US$ 189,67 (yoy).
     
    Untuk meningkatkan cadangan migas, tambah Nanang, Pertamina EP juga melakukan kegiatan eksplorasi yang telah mencapai tujuh sumur. Sebanyak tiga sumur sudah selesai eksplorasi dan empat sumur dalam pelaksanaan pemboran. Untuk seismic 2D telah dilakukan  sepanjang 153km dan 3D seluas 344 km2. 
     
    “Pada semester II kami proyeksikan realisasi pemboran mencapai 13, seismic 2D sepanjang 1190 km dan 3D seluas 444 km2. Pemboran dilakukan pada beberapa area potensial seperti Akasia Maju dan Pinus Harum di Jawa Barat, Sekarwangi di Sumabgsel, dan Wolai di Sulawesi Tengah,” ujar Nanang, Presdir Pertamina EP.
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Atlet Andalan Indonesia di Asian Games 2018

    Inilah atlet-atlet andalan Indonesia di Asian Games 2018