Senin, 22 Oktober 2018

INDEF: Capres - Cawapres Harus Punya Gambaran Kebijakan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo, berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), usai pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, 29 Januari 2015. Jokowi dan Prabowo, bertemu dalam rangka silahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Presiden Joko Widodo, berjalan bersama Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), usai pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, 29 Januari 2015. Jokowi dan Prabowo, bertemu dalam rangka silahturahim dan membicarakan masalah terkini bangsa. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) harus memiliki gambaran kebijakan ekonomi Indonesia ke depan yang jelas.

    Baca juga: Pasangan Capres Cawapres Diumumkan, IHSG Menguat ke Level 6.090,5

    "Nanti kalau sudah ada pasangan resmi yang ditetapkan KPU, diharapkan mereka langsung membuat tidak hanya sekadar platform, tapi gambaran kebijakan ekonomi ke depan seperti apa," ujar Enny saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Enny melanjutkan, capres dan cawapres nantinya akan membentuk minimal kabinet bayangan. Enny berharap kabinet bayangan tersebut dapat menjadi gambaran dan juga referensi bagi masyarakat untuk menilai capres dan cawapres yang nantinya akan dipilih, terutama jika dilihat dari kebijiakan ekonomi yang akan diusung.

    "Masing-masing kandidat ini punya kabinet bayangan, menteri keuangan akan ini, menteri ini siapa. Minimal bukan orangnya, tapi figur-figurnya itu yang nanti akan jadi perdebatan untuk masyarakat sehingga jauh lebih konstruktif. Artinya, ketika masyarakat memilih si A dan si B, bukan hanya karena preferensi politik, tapi juga kelihatan dari kabinetnya," kata Enny.

    Baca juga: Rupiah Menguat, Karena Deklarasi Jokowi Maruf dan Prabowo Sandi ?

    Enny mencontohkan, Prabowo mengusung kabinet kerakyatan. Namun, jika menteri-menteri yang dipilihnya tidak mencerminkan ekonomi kerakyatan itu sendiri, tentu tidak akan tercapai tujuan-tujuan yang dituangkan dalam visi misi capres dan cawapres, dan masyarakat akan mampu menilainya sendiri.

    Enny pun sempat menyindir Presiden Joko Widodo yang mengusung Nawa Cita, tapi menteri-menteri di kabinetnya dinilai banyak beraliran neo liberal.

    "Ke depan, menurut saya itu menjadi penting bagaimana tidak hanya sekedar program yang secara normatif visi misi segala macam. Kalau sekadar menentukan siapa-siapa, dulu ada koalisi tanpa syarat, tapi kalau isinya orang partai sendiri, bagaimana bisa dibilang itu tanpa syarat," ujar Enny.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto telah mengumumkan diri mereka untuk menjadi calon Presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada Kamis, 9 Agustus 2018. Jokowi akan didampingi oleh Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres), sementara Prabowo Subianto akan didampingi oleh Sandiaga Uno.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.