Kamis, 20 September 2018

Pesawat Airbus Komersial Mendarat Perdana di Bandara Banyuwangi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramugari mengenalkan armada terbaru Citilink yaitu Airbus A320-200 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (26/5). Pesawat baru Citilink ini mampu menampung 180 penumpang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Pramugari mengenalkan armada terbaru Citilink yaitu Airbus A320-200 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, (26/5). Pesawat baru Citilink ini mampu menampung 180 penumpang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Pendaratan perdana pesawat Airbus A-320 dari maskapai penerbangan Citilink berlangsung mulus di landasan Bandara Banyuwangi, Kamis, 9 Agustus 2018. Pesawat itu secara reguler akan melayani rute Jakarta-Banyuwangi dengan frekuensi dua kali per hari.

    Baca: Batik Air Beli Pesawat Airbus Baru A320

    District Sales Manager Citilink Dadang Teguh Setiawan mengatakan, per hari ini, Kamis, Citilink menerbangi rute Jakarta-Banyuwangi menggunakan pesawat Airbus A-320 berkapasitas 180 penumpang. Airbus itu menggantikan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 penumpang.

    Dadang mengatakan penggantian jenis pesawat ini dilatarbelakangi pertumbuhan penumpang Banyuwangi yang terus berkembang. Tingginya potensi pasar itu mendorong maskapai anggota Garuda Indonesia Group tersebut meningkatkan kapasitas penumpang.

    "Rata-rata load factor penumpang Banyuwangi sekitar 80-90 persen. Dengan angka di kisaran itu, kami berani meningkatkan kapasitas penumpang. Nah, sekarang kami mengganti pesawat dengan kapasitas yang lebih besar," ujar Dadang dalam rilis yang diterima Tempo.

    Baca: Perkuat Rute Eropa, Lion Air Bidik Airbus A330-900 Neo

    Selain itu, dari penerbangan semula hanya sehari sekali, dalam beberapa bulan terakhir menjadi dua kali sehari. Penggantian jenis pesawat ini juga seiring dengan peningkatan infrastruktur Bandara Banyuwangi, yang landasannya terus ditebalkan dan apronnya diperluas.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bangga dengan pendaratan pesawat Airbus ini. Hal itu menunjukkan perkembangan bandara yang cukup pesat. "Ini kebanggaan bagi kami. Sebuah daerah yang sebelumnya tidak dikenal, sekarang terus tumbuh,” ucap Anas.

    Pengembangan Bandara Banyuwangi, kata Anas, dinilai efektif dalam mendorong ekonomi di kawasan timur Jawa. Selain Banyuwangi, penerbangan langsung dari dan ke Jakarta ikut memudahkan mobilitas daerah Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Bali bagian barat. “Bandara ini adalah bagian dari upaya memperkuat ekonomi kawasan atau daerah-daerah sesuai kerangka Nawacita Jokowi-JK (Jusuf Kalla),” ujarnya.

    Sejumlah penumpang mengaku senang dengan kehadiran rute Jakarta-Banyuwangi, yang kini mencapai lima kali per hari dari Citilink, NAM Air (Sriwijaya Air Group), dan Garuda Indonesia. "Saya sering pakai penerbangan Jakarta-Banyuwangi. Sangat menghemat waktu untuk mengunjungi Banyuwangi dan sekitarnya. Bandara Banyuwangi juga bagus, terminalnya unik dan keren,” ujar Ubaidillah, penumpang Citilink rute Jakarta-Banyuwangi.

    Baca berita tentang Airbus lain di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.