Senin, 22 Oktober 2018

Jalan Tol Trans Sumatra di Lampung Rampung Akhir 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial proyek konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol layang ini diklaim oleh pihak kontraktor telah mencapai 40 persen. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Foto aerial proyek konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jumat, 27 Juli 2018. Pembangunan konstruksi jalan tol layang ini diklaim oleh pihak kontraktor telah mencapai 40 persen. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan pembangunan jalan tol  Trans Sumatra di Lampung bakal rampung sepanjang 80 kilometer di akhir tahun ini.

    Baca jugaCMNP Bangun Jalan Tol Depok-Antasari untuk 4 Juta Road Warrior

    Menteri BUMN, Rini M. Soemarno mengatakan pembangunan tol di Sumatra merupakan bagian dari upaya pemerintah menggenjot perekonomian di pulau tersebut. Dia menyebut, pada akhir 2018 jalan tol sepanjang 80 kilometer bakal beroperasi di Lampung.

    Baca juga: Jalan Tol Antasari-Depok Akan Diperpanjang Hingga Salabenda

    "Ini jalan tol yang bisa dibanggakan warga Lampung. Kami berharap pada 2019 tol sudah bisa tersambung hingga Palembang," ujarnya selepas acara Torch Relay Asian Games 2018 di Bandar Lampung, Rabu, 8 Agustus 2018.

    Jalan tol Trans Sumatra menurut Rini bakal mempercepat konektivitas darat kota-kota utama di pulau tersebut. Dia mencontohkan, akses darat dari Jakarta ke Palembang bisa lebih cepat berkat adanya tol Trans Sumatra.

    Ruas tol yang membentang di wilayah Lampung adalah ruas Bakauheni - Terbanggi Besar sejauh 140,93 kilometer. Ruas ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) lewat skema penugasan pemerintah kepada BUMN.

    Secara keseluruhan, Hutama Karya akan mengerjakan sebelas ruas jalan tol di Sumatra. Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani sebelumnya mengatakan total dana investasi yang dibutuhkan untuk membangun sebelas ruas prioritas mencapai Rp 250,5 triliun.

    Saat ini, Hutama Karya baru memiliki dana sebanyak Rp 42 triliun. Sisa kebutuhan dana bakal dipenuhi dari beragam sumber dana, mulai dari penyertaan modal negara (PMN), penerbitan surat utang dan dukungan konstruksi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.