IMF-World Bank, Ini Progres Pengembangan Bandara Ngurah Rai

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    Wisatawan membawa barang milik mereka setibanya di Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, 30 Desember 2017. Bandara Ngurah Rai mulai dipadati penumpang dari berbagai daerah yang akan berlibur dan merayakan pergantian tahun baru 2018 di Bali. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (AP I) mengejar target penyelesaian tiga paket proyek pengembangan Bandara Ngurah Rai, Bali, yang direncanakan rampung pada 31 Agustus 2018 atau sebelum pertemuan IMF-World Bank digelar.

    Baca juga: IMF-World Bank, Pendalaman Alur Pelabuhan Benoa Capai 80 Persen

    "Per minggu pertama Agustus ini, pembangunan fasilitas bandara telah melewati separuh dari keseluruhan tahapan," kata General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi di Denpasar, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Yanus menjelaskan, untuk pembangunan Paket I, yakni pengurukan lahan sisi barat dan pembangunan apron barat, realisasi pembangunannya mencapai 53,48 persen. Saat ini, sejumlah petugas dan alat berat dikerahkan untuk mengejar penyelesaian pematangan lahan yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP) tersebut.

    Pengurukan lahan seluas 6 hektare itu merupakan proyek jangka pendek untuk menambah lahan apron pesawat dari sekitar 48 hektare lahan yang rencananya diuruk untuk kepentingan jangka panjang.

    Untuk konstruksi apron sebelah timur dan pemindahan pengelolaan limbah yang masuk ke Paket II, realisasi pembangunannya sudah mencapai 80,12 persen.

    Baca juga: IMF-World Bank, Jokowi Akan Resmikan Patung GWK Bulan Depan

    Adapun proyek pengembangan tempat parkir pesawat sebelah timur Bandara Ngurah Rai dikerjakan oleh kontraktor BUMN Nindya Karya.

    Sementara itu, Paket III, yang meliputi pembangunan gedung VVIP, Base Ops TNI AU, dan penggantian sarana untuk maskapai penerbangan, pengerjaannya kini mencapai 66,72 persen, dikerjakan oleh kontraktor Amarta Karya (Amka).

    Saat pengerjaan proyek itu rampung, dijadwalkan semua fasilitas baru di Bandara Ngurah Rai tersebut akan diverifikasi oleh Kementerian Perhubungan pada September 2018.

    Pertemuan tahunan IMF-World Bank dijadwalkan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, yang rencananya dihadiri lebih dari 15 ribu delegasi dari 189 negara, mulai kepala negara, menteri keuangan, gubernur bank sentral, pelaku bisnis, media, akademikus, hingga lembaga swadaya masyarakat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.