Petani Tasikmalaya Diedukasi Miliki Asuransi Jiwa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asuransi. cbg.gm

    Ilustrasi asuransi. cbg.gm

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Salah satu perusahaan asuransi jiwa, PT Bhinneka Life mengenalkan asuransi kepada petani di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu 8 Agustus 2018. Pada acara tersebut, petani diberi pemahaman seputar asuransi jiwa. "Kami meliterasi petani, memberi pemahaman," kata Direktur Operasional dan Marketing Bhinneka Life, Lina Bong di sela acara literasi di Aula Kantor Kecamatan Cisayong.

    BACA: Asuransi atau Investasi? Yang Mana Pilihan Milenial?

    Salah satu literasi yang disampaikan, kata Lina, pihaknya mengedukasi petani dan warga perdesaan yang menjadi anggota Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes, terkait perencanaan keuangan khususnya manfaat asuransi. Bumdes, kata dia, merupakan program pemerintah yang diprioritaskan memajukan masyarakat transmigrasi dan masyarakat di daerah tertinggal.

    "Tiga tahun ke depan, kami akan memberi edukasi perencanaan keuangan di bidang asuransi kepada petani yang menjadi anggota Bumdes se-Indonesia," ujarnya.

    Pemberian pemahaman ini, menurut Lina, karena pihaknya merasa masyarakat kurang memahami ihwal kebutuhan perencanaan keuangan. Petani, lanjut dia, butuh melakukan perencanaan supaya tidak kebingungan saat dilanda musibah. "Saat kita sakit, apa yang terjadi. Kita bingung minta tolong siapa. Namun kalau jauh-jauh hari sudah kita rencanakan, minimal kita bisa antisipasi," jelas dia.

    BACA: Asuransi Mobil Sering Ditolak? Ikuti Tips Ini

    Lina berharap, masyarakat perdesaan mampu merencanakan keuangan dan melindungi diri dan keluarga dengan asuransi. Kata dia, sejauh ini Bhinneka Life memiliki produk unggulan di antaranya proteksi dan investasi, pendidikan, kesehatan, keluarga dan masa depan.

    Salah seorang petani, Damili, 55 tahun, mengaku tertarik memiliki asuransi pendidikan untuk anaknya. Saat ini dia masih memiliki satu anak yang masih sekolah. "Insya Allah ini untuk masa depan," kata dia.

    Dengan memiliki asuransi, kata Damili, setidaknya dapat membantu meringankan biaya menyekolahkan anak. "Inginnya bisa sampai kuliahkan anak," tekad Damili.
    Hal senada disampaikan petani lainnya, Hatti Kustanti. Dia merasa membutuhkan asuransi untuk pendidikan anaknya. "Untuk sekolahkan anak," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.