Persiapan PON 2020, PLN Bangun PLTMG 50 MW di Papua

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PT. Bright PLN Batam membuka keran gas dari kontainer menuju Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tokojo Kijang di Bintan (11/3). ANTARA/Joko Sulistyo

    Petugas PT. Bright PLN Batam membuka keran gas dari kontainer menuju Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Tokojo Kijang di Bintan (11/3). ANTARA/Joko Sulistyo

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga minyak gas (PLTMG) berskala 10-50 megawatt (MW) di beberapa kota di Papua untuk mendukung ketersediaan daya listrik.

    Baca juga: PLN Mulai Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas 40 MW

    Asisten Analis Komunikasi PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Septian Pujianto mengatakan beberapa proyek PLTMG yang prosesnya sedang dikerjakan, yaitu PLTMG Merauke dan PLTMG Biak yang masing-masing berkapasitas 10 MW.

    "Ada dua tempat yang PLTMG-nya sudah beroperasi, yaitu PLTMG Nabire berkapasitas 20 MW dan PLTMG Jayapura berkapasitas 50 MW. Dalam waktu dekat ini akan beroperasi lagi PLTMG Sorong berkapasitas 50 MW," ungkap Septian ketika dihubungi dari Timika, Papua, Rabu, 8 Agustus 2018.

    PLTMG Timika berkapasitas 50 MW belum mulai dikerjakan lantaran menunggu rampungnya perizinan (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Baca juga: PLN: Pembangunan PLTMG Timika Tunggu Izin KLHK

    Pembangunan PLTMG di beberapa kota di Papua dan Papua Barat itu, kata Septian, juga sebagai bentuk komitmen PLN guna mendukung penyelenggaraan pesta olahraga PON ke-20 pada 2020 yang akan dilaksanakan di Papua.

    "Kami memastikan venue-venue yang nanti dijadikan arena pertandingan olahraga pada PON 2020 aman dari sisi kelistrikan," kata Septian.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?