Rabu, 24 Oktober 2018

Rupiah Diperkirakan Bakal Menguat ke Level Rp 14.400 per Dolar AS

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi nilai tukar rupiah akan ditutup menguat di zona hijau hari ini. William mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.400 -  Rp 14.480 per dolar Amerika Serikat. 

    Baca: Rupiah Melemah, Kepala BKPM: Investasi Kuartal II Tumbuh Melambat

    "Faktornya bukan lagi intervensi melainkan penguatan secara teknikal," kata William saat dihubungi, Rabu, 8 Agustus 2018. Menurut dia, penguatan dari indikasi teknikal maksudnya, jika diperhatikan grafik, di mana saat ini belum ada sentimen baru, selain dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang tinggi.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus di angka Rp 14.485 pada Rabu, 7 Agustus 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 4 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.481 pada penutupan Selasa, 6 Agustus 2018.

    Baca: Rupiah Jeblok, Luhut: RI Lebih Baik Ketimbang 3 Negara Ini

    Sedangkan pada 7 Agustus 2018, kurs jual rupiah, yaitu Rp 14.557 dan kurs beli Rp 14.413 per dolar AS. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.435 - Rp 14.495 per dolar AS. Menurut Reny seharusnya rupiah masih bisa menguat. "Masih respon pasar terhadap rilis PDB kuartal II 2018 yang bagus kemarin termasuk cadangan devisa yang masih sehat," kata Reny saat dihubungi.

    Sedangkan Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.438 - Rp 14.422 per dolar AS. "Pergerakan rupiah diperkirakan masih dapat bergerak positif dengan memanfaatkan melemahnya laju dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia meski dari dalam negeri terdapat sentimen negatif," kata Reza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.