Senin, 22 Oktober 2018

Sri Mulyani Genjot Konsumsi Tumbuh 5 Persen di Akhir 2018 Sebab..

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berpidato dalam pertemuan negara-negara G-20 di Buenos Aires, Argentina, 20 Maret 2018.  facebook.com

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berpidato dalam pertemuan negara-negara G-20 di Buenos Aires, Argentina, 20 Maret 2018. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pertumbuhan konsumsi semester II di tahun 2018 berada di kisaran 5 persen. Sebab, konsumsi menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan II mencapai 5,27 persen.

    Baca: Rupiah Loyo, Sri Mulyani Waspadai Imported Inflation

    "Pertumbuhan (konsumsi) kemarin cukup tinggi dan didorong oleh inflasi kita yang relatif rendah. Ini tahun keempat kita di kisaran 3 persen (inflasinya)," ujar Sri Mulyani di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Sri Mulyani yakin konsumsi bisa ditahan di atas 5 persen dengan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga daya beli masyarakat, baik pada level bawah maupun menengah.

    Baca: Syarat Berswafoto dengan Sri Mulyani: Sudah Bayar Pajak

    Salah satu caranya dengan peningkatan program keluarga harapan, hingga perbaikan dana desa. Dengan demikian masyarakat 40 persen termiskin mendapat dukungan yang konsisten dari pemerintah.

    Sri Mulyani pun optimistis momentum konsumsi tetap terjaga pada paruh kedua tahun ini. Hal tersebut disebabkan adanya Asian Games pada pertengahan bulan ini. "Itu pun diselenggarakan di kota besar, jadi konsumsi support-nya signifikan."

    Belum lagi, masyarakat kini mulai memasuki tahun ajaran baru pendidikan. Sehingga, ia berharap momentum itu dapat meningkatkan permintaan terhadap barang-barang yang berhubungan dengan anak sekolah. "Ada seasonal, tapi di sisi lain pemerintah juga akan menjaga inflasi rendah sehingga daya beli terjaga," kata Sri Mulyani.

    Pemerintah bersama Bank Indonesia akan tetap menjaga inflasi tetap rendah hingga akhir tahun. Caranya, dengan menjaga administered price, makanan, dan komoditas lain. Sementara, BI akan menjaga moneter dengan memastikan uang beredar dengan permintaan bisa seimbang.

    Simak berita menarik lainnya terkait Sri Mulyani hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.