Senin, 22 Oktober 2018

Sri Mulyani Targetkan Investasi Tumbuh 7 Persen di Semester Dua

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan semester 1 APBN 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan semester 1 APBN 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 9 Juli 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pertumbuhan investasi semester II bisa terjaga di level 7 persen. "Dari sisi investasi, kalau kita lihat seluruh faktor pendukung investasi tumbuh," ujar Sri Mulyani di Gedung Direktorat Jenderal Bea Cukai, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. 

    Baca: Defisit BPJS Kesehatan, Sri Mulyani: Hitungannya Sangat Goyang

    Dia menuturkan pertumbuhan kredit perbankan pun tercatat di atas 10 persen, naik 30-40 persen dari tren tahun lalu. Begitu pula NPL perbankan yang relatif bersih, komoditas harga mulai meningkat, termasuk industri otomotif juga mulai naik. "Memang ada sebagian industri yang tertekan pengaruh impor karena konten impornya tinggi," ujar Sri Mulyani.

    Sebagai faktor pendukung investasi, pemerintah juga sudah meluncurkan Online Single Submission. Sri Mulyani berujar akan terus memperbaiki insentif guna mendorong investasi. "Kami harap investor bisa melihat opportunity untuk domestik market ataupun ekspor."

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM, Thomas Tri Kasih Lembong, menyatakan, investasi yang melemah pada kuartal kedua tahun 2018 salah satunya disebabkan oleh siklus politik dan gejolak nilai tukar mata uang rupiah. Hal ini menanggapi pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) per kuartal kedua sebesar 5,87 persen yang lebih rendah ketimbang kuartal-kuartal sebelumnya yang bisa mencapai hampir 8 persen.

    "Jadi triwulan II di bawah 6 persen," kata Thomas ketika ditemui seusai Sidang Kabinet Paripurna di lingkungan Istana Kepresidenan.

    Thomas menyebutkan faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi investasi adalah kurs rupiah. "Makanya pemerintah harus fokus pada upaya menstabilkan nilai tukar rupiah. Pakai kaca mata pengusaha, kalau enggak yakin rupiah enggak stabil kan tunggu, siapa tahu lebih murah," ucapnya.

    Baca: Syarat Berswafoto dengan Sri Mulyani: Sudah Bayar Pajak

    Seperti diketahui, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam kurun beberapa waktu terakhir. Nilai tukar rupiah mencapai level di atas Rp 14.000 terhadap dolar AS.

    Simak berita tentang Sri Mulyani di Tempo.co

    CAESAR AKBAR | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.