Kamis, 15 November 2018

JK Minta Ojek Online Urungkan Niat Demo Saat Asian Games 2018

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat menertibkan ojek <i>online</i> yang parkir sembarangan di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta saat menertibkan ojek online yang parkir sembarangan di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para pengemudi ojek online mengurungkan niatnya untuk berdemo saat Asian Games. Dia mengajak untuk menjaga nama baik bangsa di mata dunia. 

    Baca: Perjuangan Wanita Tulang Punggung Keluarga Jadi Driver Gojek

     
    JK mengatakan Asian Games merupakan ajang internasional yang mencerminkan martabat dan kehormatan bangsa. "Janganlah dengan situasi yang sempit ini digunakan pula oleh teman-teman ojek online yang selama ini tetap beroperasi sebenarnya," kata dia di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. 
     
    Sekitar 50 ribu pengemudi ojek online berencana berdemo saat pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Mereka menuntut tarif ojek dikembalikan seperti pada 2015 menjadi Rp 3.000 per kilometer. 
     
    JK menyerahkan tuntutan pengemudi kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk meredam rencana tersebut. Kalaupun terjadi, kata dia, kepolisian dipastikan akan menjaga aksi mereka dengan lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya. 
     
    "Tapitidak sampai mempermalukan kita, seperti menghalangi jalan atau macam-macam karena itu tidak simpatik dan merusak kehormatan bangsa," katanya. 
     
    Namun JK berkeyakinan para pengemudi ojek online tak akan sampai hati melakukan demo. "Saya pikir pengelola ataupun pengemudi itu tidak sampai hati merusak martabat bangsa untuk urusan yang sebenarnya nanti pada waktunya bisa diselesaikan," ujar dia. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.