Pabrik Baja Patungan Krakatau Steel-Nippon Steel Resmi Beroperasi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekeja mengamati pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekeja mengamati pembuatan baja di Pabrik Krakatau Steel, Cilegon, Banten, 26 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik baja otomotif jenis galvanis milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (PT KNSS) yang merupakan perusahaan patungan antara Nippon Steel & Sumitomo dengan PT Krakatau Steel Tbk. di Cilegon, Banten, resmi beroperasi dan akan memasok kebutuhan baja otomotif nasional.

    Baca juga: Pabrik Krakatau Nippon Steel Sumikin Masuki Tahap Uji Coba

    "Kami berharap ini dapat menjadi kekuatan yang mendorong implementasi program pembangunan di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi nasional," kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto di Cilegon, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 480 ribu ton baja galvanis per tahun. Namun saat ini produksinya masih sekitar 200 ribu ton yang akan memenuhi kebutuhan industri otomotif dalam negeri.

    Investasi untuk pabrik ini mencapai US$ 300 juta dengan membuka lapangan kerja untuk sekitar 280 tenaga kerja. "Karenanya, kami mendorong PT KNSS memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia di sekitarnya, serta menjalankan program yang mendukung penggunaan local contents," ujar Harjanto.

    Baca juga: Krakatau Steel Patungan dengan Perusahaan Jepang

    Harjanto memaparkan, beberapa produsen mobil di Indonesia telah memakai baja domestik, meskipun bahan baku untuk pembuatannya masih banyak diimpor.

    Direktur Utama PT Krakatau Steel Mas Wigrantoro mengatakan pabrik baja PT KNSS siap memasok kebutuhan baja otomotif di dalam negeri. "Kami sangat berharap industri otomotif, khususnya dari Jepang, untuk bersedia menggunakan produk KNNS sehingga tujuan investasi ini dapat tercapai," kata Mas Wigrantoro.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.