Sabtu, 15 Desember 2018

Cerita Habibie Bangun Pagi Demi Antar MD Pictures Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI ketiga, Baharuddin Jusuf Habibie dan Direktur Utama MD Picture Manoj Punjabi menekan tombol sebagai simbol emiten FILM resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    Presiden RI ketiga, Baharuddin Jusuf Habibie dan Direktur Utama MD Picture Manoj Punjabi menekan tombol sebagai simbol emiten FILM resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia. Selasa, 7 Agustus 2018. TEMPO/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie tampak hadir di Gedung Bursa Efek Indonesia atau BEI sejak pukul 08.00 WIB, Selasa, 7 Agustus 2018. Ia dijadwalkan ikut menyaksikan pencatatan perdana saham PT MD Pictures Tbk di BEI.

    BACA: MD Pictures Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

    "Ini bersejarah bagi bangsa Indonesia," ujar Habibie saat dipersilakan memberikan sambutan dalam sebelum perusahaan yang dipimpin Manoj Punjabi itu resmi melantai di bursa saham.

    Habibie berujar industri perfilman penting dalam membangun budaya bangsa. Sebab, perfilman merupakan bagian dalam dunia informasi. "Kita sudah lama merdeka, tapi belum sepenuhnya bebas. Namun bebas tetap bukan bebas seperti di hutan, harus berbudaya. Maka informasi menjadi penting," ujar Habibie.

    BACA: BJ Habibie: Cucu Intelektual Saya Ada Jutaan

    Habibie langsung menceritakan perjuangannya untuk hadir di BEI pagi tadi. Habibie menyebut bangun pagi menjadi tantangan bagi dirinya. "Bangunnya susah, karena sudah tua, saya dua kali dibangunkan."

    Namun, ia bertekad untuk tetap datang dalam pencatatan saham emiten berkode FILM itu. MD Pictures menjadi perusahaan studio perfilman pertama yang mencatatkan namanya di lantai bursa.

    "Artinya, kita sudah membina perusahaan nasional, tidak perlu tanya punya siapa, namun kita harus unggul dan memberikan informasi yang bermanfaat untuk masyarakat," kata Habibie.

    Selain soal pentingnya dunia perfilman bagi penyebaran informasi di Indonesia, Habibie ternyata punya alasan khusus yang mendorong dirinya masuk ke dunia perfilman. "Karena Ibu Ainun (istri Habibie)," ujar dia.

    Menurut Habibie, Ainun kerap menghabiskan waktunya dengan menonton televisi. "Kalau saya lagi banyak pekerjaan, dia habiskan waktu dengan menonton, terutama Cinta Fitri," kata Habibie. Cinta Fitri adalah sinetron keluaran MD pada 2007 silam.

    Setiap menonton sinetron itu, kata Habibie, Ainun bukan hanya menyaksikan film, namun juga mengikuti dan tak jarang mengomentari jalannya film. "Kalau baik bilang baik, kalau jelek bilang jelek," kenang Habibie.

    Habibie berharap dengan melantainya MD Pictures di pasar modal bisa membuat industri perfilman Indonesia semakin unggul dan berkembang. Dengan begitu, Indonesia bisa merebut bisnis dunia informasi dengan tetap menjaga budaya lokal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.