Impor Barang Modal Naik, Sri Mulyani Targetkan Investasi Melesat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato dalam seminar bertajuk Women Participation for Economic Inclusiveness di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timur. Kamis, 2 Agustus 2018. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato dalam seminar bertajuk Women Participation for Economic Inclusiveness di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timur. Kamis, 2 Agustus 2018. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap investasi dapat meningkat pada semester II/2018. Pernyataan itu disampaikan ketika ia dimintai tanggapan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,27 persen pada kuartal II/2018.

    Baca juga: Rusia Siap Investasi Rp 100 triliun di KEK Tanjung Api-api

    Dari sejumlah komponen Produk Domestik Bruto (PDB), nilai ekspor barang turun sebesar 1,19 perse dan impor barang naik 2,56 persen.

    Menurut Sri Mulyani, impor bahan baku dan barang modal yang meningkat seharusnya diterjemahkan menjadi invetasi yang tinggi. Namun, investasi pada kuartal II/2018 hanya tumbuh sebesar 5,87 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada kuartal-kuartal lainnya.

    Baca juga: Investasi Proyek Kereta Api di Kaltim Akan Dibahas di Rusia

    Investasi yang tinggi, sayangnya belum terlihat pada kuartal II/2018. "Mungkin saja itu (investasi yang meningkat) munculnya di semester II," kata Sri Mulyani ketika ditemui di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018.

    Dengan meningkatnya investasi berkat peningkatan impor bahan baku dan barang modal ditambah kepercayaan yang bisa dijaga pemerintah, serta konsumsi dapat tumbuh stabil di atas 5 persen, Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi tetap dapat positif pada semester II/2018.

    Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,27 persen pada kuartal II/2018 tersebut di atas perkiraan pemerintah. Sri mengatakan pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16-5,17 persen pada kuartal II/2018.

    "Pertumbuhannya lebih tinggi daripada yang diharapkan itu bagus, terutama merupakan hasil domestic demand yang kuat itu bagus," kata Sri Mulyani.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.