Ekonomi 5,27 Persen, Sri Mulyani: Efek Positif THR, Libur Panjang

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato dalam seminar bertajuk Women Participation for Economic Inclusiveness di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timur. Kamis, 2 Agustus 2018. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato dalam seminar bertajuk Women Participation for Economic Inclusiveness di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa Timur. Kamis, 2 Agustus 2018. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan angka pertumbuhan ekonomi yang diumumkan Badan Pusat Statistik siang tadi di luar prediksi pemerintah. BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2018 sebesar 5,27 persen.

    BACA:Sri Mulyani Musnahkan 16,8 Juta Batang Rokok Ilegal

    "Pertumbuhan ekonomi ini di atas yang kami perkirakan kami 5,16 persen kan kuartal II, ini malah 5,27 persen jadi itu bagus," ujar Sri Mulyani di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin 6 Agustus 2018.

    Sri Mulyani berujar pertumbuhan ekonomi itu bisa melebihi prediksi lantaran kuatnya konsumsi pada triwulan II 2018. Pertumbuhan konsumsi pada periode itu mencampai 5,14 persen.

    "Kemungkinan itu juga faktor seasonal," ujar Sri Mulyani lagi. Pada periode itu, ujar dia, memang melalui hari raya Lebaran. "Saat itu kan ada THR, tunjangan ke-13, dan libur panjang, itu semua memberikan efek positif."

    Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menuturkan pertumbuhan tersebut didukung oleh seluruh lapangan usaha. "Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa lainnya sebesar 9,22 persen," ujar dia di Kantor BPS. Selanjutnya, ia mengatakan kontribusi pertumbuhan tersebut disusul oleh jasa perusahaan 8,39 persen dan transportasi pergudangan 8,59 persen.

    Suhariyanto berujar, jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua 2018, industri pengolahan tumbuh 0,84 persen. Kemudian, perdagangan besar eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 0,69 persen, pertahuan, kehutanan, dan perikanan tumbuh 0,64 persen, konstruksi 0,55 persen, dan transportasi pergudangan 0,35 persen.

    Di samping itu, inflasi juga cukup stabil rendah yaitu 3,2 persen. Meski, ia tetap mewaspadai depresiasi rupiah yang terjadi, khususnya pada keberjalanan semester 2 2018.

    BACA:Sri Mulyani: Negara Dirugikan Rp 57 Miliar Akibat Miras Ilegal

    "Kalau pemerintah tetap bisa menjaga dari sisi pasokan makanan, terutama untuk barang-barang administered price mungkin kita akan melihat tetap stabil di 3,5 persen," ujar Sri Mulyani. Selama inflasi masih bisa dijaga di 3,5 persen, maka dia merasa konsumsi juga akan tetap baik hingga akhir tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.