Minggu, 19 Agustus 2018

Gempa Lombok, Kemenhub Terjunkan 6 Kapal Evakuasi Turis

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah seusai gempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal, ratusan lain luka-luka, ribuan rumah rusak, serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Warga mengangkat sepeda motornya dari reruntuhan rumah seusai gempa di Desa Wadon, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Juli 2018. Gempa Lombok menyebabkan 82 orang meninggal, ratusan lain luka-luka, ribuan rumah rusak, serta ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengerahkan enam unit kapal ke Gili Trawangan untuk membantu evakuasi korban gempa Lombok yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018. Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo mengatakan setelah gempa, Menhub Budi Karya Sumadi memerintahkan untuk mengirimkan kapal ke Gili Trawangan, Lombok, untuk membantu proses evakuasi penduduk dan wisatawan.

    Baca juga: Gempa Lombok, 1.000 Wisatawan di Gili Trawangan Dievakuasi

    "Keenam kapal yang ditugaskan untuk menjemput para wisatawan dan penduduk di lokasi-lokasi yang memerlukan bantuan terutama di Gili Trawangan usai terjadinya gempa 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang NTB," ujarnya melalui siaran pers Kemenhub, 6 Agustus 2018.

    Baca juga: Gempa Lombok, Jam Operasional Bandara Lombok Praya Diperpanjang

    Keenam kapal tersebut masing-masing adalah satu unit kapal patroli kelas III milik KSOP Lembar Mataram KNP. 345 kapasitas 20 orang, satu unit kapal kelas I Kenavigasian milik Distrik Navigasi Benoa KN. Nusa Penida kapasitas 50 orang, satu unit kapal patroli kelas II milik Pangkalan PLP Surabaya KN Grantin posisi di Kalianget kapasitas 30 orang, dan dua unit fastboat wisata dari Benoa kapasitas masing-masing kapal 20 orang.

    Sedangkan satu unit kapal feri KM Dharma Kencana III kapasitas 300 orang diposisikan di dekat Pulau Gili sebagai transit evakuasi utk selanjutnya dibawa ke Palabuhan Lembar.

    Dirjen Hubla mengatakan kapal-kapal tersebut telah bergerak dari pangkalan masing-masing ke Gili Trawangan dan kapal KN.345 sudah berada di lokasi musibah.

    Terkait dengan kondisi pegawai dan infrastruktur transportasi laut di beberapa kantor pelabuhan di Lombok, Dirjen Agus menjelaskan kondisi pegawai khususnya di Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang Lombok Utara, UPP Benete, dan kantor unit pelaksana teknis (UPT) lain dalam kondisi sehat dan baik.

    Sedangkan infrastruktur transportasi laut di wilayah NTB dilaporkan sebagian mengalami rusak ringan seperti plafon rusak, genteng jatuh, dinding rentak, dan trestel (akses dari dermaga menuju darat) turun sekitar 15 cm. "Namun, secara umum pelayanan di pelabuhan di NTB tetap berjalan normal," ujarnya.

    Dirjen Hubla sekaligus memastikan angkutan dari Gili Meno ke Pelabuhan Bangsal Pemenang juga sudah mulai beroperasi seperti biasa setelah terjadinya gempa Lombok. Kapal dikerahkan untuk mengangkut penduduk dan wisatawan.

    "Sedangkan angkutan yang ke Gili Trawangan dan Gili Air pada pagi hari ini belum terlihat ada pergerakan. Untuk itu, Kemenbub mengirimkan bantuan kapal patroli untuk mengevakuasi wisatawan dan penduduk dari kedua pulau tersebut," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.