Senin, 20 Agustus 2018

Gempa Lombok, Kominfo Siapkan Alternatif Saluran Komunikasi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamankan arsip di salah satu ruangan yang rusak akibat gempa di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. Sebanyak 82 orang meninggal akibat gempa, ratusan lain luka-luka, dan ribuan rumah rusak. ANTARA/Zabur Karuru

    Petugas mengamankan arsip di salah satu ruangan yang rusak akibat gempa di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. Sebanyak 82 orang meninggal akibat gempa, ratusan lain luka-luka, dan ribuan rumah rusak. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komenterian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza mengatakan usai gempa pada Ahad, 5 Agustus 2018 kemarin Kementerian lewat Tim Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram telah melakukan koordinasi dengan ORARI dan RAPI daerah NTB untuk terus mendukung penyediaan sarana komunikasi. 

    Baca:
    Gempa Lombok Utara, Korban Meninggal 82 Orang
    BMKG Mencabut Peringatan Dini Tsunami Gempa Lombok

    "Alternatif saluran komunikasi sangat penting sebagai dukungan penanganan bencana dan kesiagaan penyaluran informasi," kata Noor Iza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad, 5 Agustus 2018.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) mengguncang Sumbawa Timur, Laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad, 5 Agustus, 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan gempa itu berpotensi tsunami. Adapun titik gempa berada di kedalaman 15 km dari permukaan laut, tepatnya di garis lintang 8.73 LS dan garis bujur 116.48 BT.

    Noor mengatakan saat ini Kementerian terus melakukan pemantauan kondisi sarana prasarana atau fasilitas telekomunukasi khususnya BTS-BTS di lokasi gempa, mengingat arus listrik yang sempat padam. Dengan kondisi itu, tim dari operator telekomunikasi segera melakukan penanganan BTS-BTS dan fasilitas telekomunikasi termasuk repeater dan jaringan penyokong lainnya.

    Noor melanjutkan, adapun Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) Kementerian juga telah menyediakan telepon satelit dan VSAT Portable di pos koordinasi dan lokasi strategis untuk mendukung koordinasi penanganan bencana dan kebutuhan di pos koordinasi pengungsian.  

    Simak: BMKG: Peluruhan Gempa Lombok Berlangsung ...

    Selain itu, guna mendukung penanganan pemulihan bencana gempa bumi, BAKTI-Kominfo telah menempatkan 4 VSAT Portable. Sebagian dari VSAT juga mengalami gangguan akibat bencara gempa sore tadi dan saat ini sedang dalam pemulihan.

    "BAKTI-Kominfo juga melakukan penambahan  VSAT Portable untuk penyediaan akses internet dan dukungan lebih luas akan kebutuhan komunikasi di lokasi bencana," kata Noor Iza. Sebagai tambahan, BTS-BTS USO yang merupakan penyediaan akses telekomunikasi di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal dari hasil pantauan lapangan semua pada kondisi on atau masih hidup.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.