Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Tembus 5,3 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi triwulan II mencapai kisaran 5,2-5,3 persen. "Laporan dari berbagai bidang, kami menyimpulkan perekonomian kita bisa menyesuaikan dengan ekonomi global yang tengah berkecamuk," ujar Luhut di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.

    Baca: Saat Jokowi Kesal ke Kepala Daerah yang Cuek Inflasinya Tinggi

    Sebelumnya Luhut baru saja rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri membahas perekonomian dalam negeri. Selain soal pertumbuhan ekonomi, ia menyebut pemerintah yakin bisa memelihara inflasi di bawah 4 persen sampai akhir 2018. "Sampai saat ini mencapai sekitar 3,2 persen."

    Luhut menyebut pemerintah kini sedang memantau banyak hal. "Kami tidak ingin ada yang terlupa sehingga ekonomi Indonesia terganggu," ujar dia.

    Baca: UBS Proyeksikan Ekonomi Indonesia 2018 Capai 5,3 Persen

    Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan naik meski lambat. Dia masih konsisten dengan proyeksinya bahwa petumbuhan ekonomi pada akhir tahun ini adalah sebesar 5,2 persen.

    "Kalau dilihat dari sumber pertumbuhannya, di samping karena stimulus fiskal maupun juga dari konsumsi, kelihatan bahwa investasi terus meningkat," ujar Perry Warjiyo dalam acara Sarasehan Nasional 2018 bertajuk “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif serta Berkualitas”, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018. Kenaikan investasi, kata Perry, tampak bukan hanya di sektor infrastruktur, tapi juga bidang lainnya.

    Yang jadi masalah, menurut Perry, adalah kencangnya laju impor. Ekspor juga ada kenaikan, walau tidak sebesar impor."Sehingga dari sisi eksternalnya, sumbangan secara nettonya agak lebih rendah," ujar Perry. Kalau dilihat per daerah, angka ekspor di Sumatera, Kalimantan, dan kawasan timur Indonesia membaik dan tumbuh dari segi komoditas.

    Pada hari ini Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengadakan konferensi pers. Konferensi pers itu di antaranya akan mengumumkan soal pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2018 dan indeks tendensi bisnis dan indeks tendensi konsumen triwulan II tahun 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.