Senin, 20 Agustus 2018

Gempa Lombok, Jam Operasional Bandara Lombok Praya Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga panik ketika terjadi gempa berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di perempatan Eks Bandara Selaparang, Rembiga, Mataram, NTB, Minggu (5/8/2018). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    Warga panik ketika terjadi gempa berkekuatan 7 pada skala richter (SR) di perempatan Eks Bandara Selaparang, Rembiga, Mataram, NTB, Minggu (5/8/2018). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) memperpanjang jam operasional Bandara Lombok Praya hingga Senin, 6 Agustus 2018 pukul 06.00 WITA alias 24 jam. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung bantuan bencana oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana pasca Gempa Lombok berkekuatan 7 Skala Richter di Nusa Tenggara Barat, pada Ahad, 5 Agustus, 18.46 WIB.

    Baca: Gempa di NTB, Operasional Bandara Lombok dan Bali Kembali Normal

    "Hal ini telah dilakukan koordinasi dengan Airnav," kata  Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin dalam pesan singkat kepada Tempo, Ahad malam.

    Gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) mengguncang Sumbawa Timur, Laut Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad, 5 Agustus, 18.46 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gempa itu berpotensi tsunami. Adapun titik gempa berada di kedalaman 15 km dari permukaan laut, tepatnya di garis lintang 8.73 LS dan garis bujur 116.48 BT.

    Baca: Layanan Kapal Ferry Lombok - Bali Dihentikan Akibat Gempa di NTB

    Awaluddin berujar listrik di Bandara Lombok Praya sempat padam sekitar pukul 20.00 WITA. Pegawai dan penumpang di fasilitas sisi udara dan terminal sempat dievakuasi di titik evakuasi di luar terminal. Namun, menjelang pukul 20.30 WITA calon penumpang sudah kembali ke ruang tunggu terminal.

    Saat ini, untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang, kata Awaluddin, petugas sedang meninjau dan melakukan pembersihan terhadap berbagai sarana serta fasilitas di seluruh area, baik di terminal dan sisi udara yang terdampak gempa. Walau begitu, kegiatan operasional sudah kembali nomal.

    "Angkasa Pura I memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat proses pembersihan dari sarana ataupun fasilitas yang terdampak di area terminal," ujar Awaluddin.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai situasi pasca gempa di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Lombok, Awaluddin mengimbau kepada calon penumpang untuk dapat menghubungi Contact Center di nomor 172 maupun di akun twitter @angkasapura172.

    Simak berita menarik lainnya terkait Gempa Lombok hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.